Di tengah kekhawatiran terhadap Influenza A, sebagian masyarakat mungkin memilih menyimpan masker yang sudah digunakan untuk dipakai kembali. Namun, kebiasaan tersebut tidak dianjurkan.
Masker medis yang sudah dipakai seharian tidak cukup hanya diangin-anginkan sebelum digunakan kembali. Terlebih, apabila masker digunakan ketika seseorang batuk, terdapat kemungkinan droplet menempel pada permukaan masker.
Menurut dr. Yogi, masker yang telah terkontaminasi kemudian digunakan kembali dapat meningkatkan risiko munculnya masalah lain, termasuk infeksi sekunder.
“Jadi enggak bisa masker medis itu kita gunakan seharian, habis itu nanti diangin-angin, besok dipakai lagi, itu tidak bisa. Apalagi kalau pada saat kita pakai, kemudian kita batuk, ya, ada dropletnya di situ, gitu. Yang ada malah setelah itu tumbuh kuman, kita bisa kena infeksi sekunder juga, gitu,” jelas dr. Yogi.
dr. Yogi juga menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik dalam memilih jenis masker. Untuk perlindungan terhadap influenza, masker medis dinilai sudah cukup.
dr. Yogi juga menyebut penggunaan masker direkomendasikan bagi masyarakat berusia di atas dua tahun. Sementara itu, penggunaan masker pada anak di bawah usia dua tahun tidak direkomendasikan.
Hal yang tidak kalah penting adalah memahami bahwa masker untuk influenza memiliki peruntukan yang berbeda dengan masker yang digunakan untuk kebutuhan lain, misalnya perlindungan dari paparan abu atau partikulat.
(Djanti Virantika)