Salah satunya berkaitan dengan aspek etika mengenai pemanfaatan jaringan yang berasal dari donor. Selain itu, terdapat persoalan regulasi serta keberlanjutan pasokan jaringan manusia yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan industri.
Penggunaan bahan biologis manusia dalam prosedur estetika juga membuat pengawasan menjadi penting, terutama ketika produk tersebut mulai dipasarkan lintas negara dengan sistem regulasi yang berbeda.
Perkembangan skin booster berbasis jaringan manusia pada akhirnya memperlihatkan bagaimana pengobatan regeneratif dan dermatologi estetika semakin beririsan. Di satu sisi, teknologi ini membuka peluang baru dalam perawatan kulit. Di sisi lain, aspek keamanan, etika, regulasi, dan ketersediaan jaringan donor menjadi hal yang perlu diperhatikan seiring meluasnya penggunaannya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)