JAKARTA - Dalam rutinitas perawatan kulit, toner sering jadi salah satu produk yang menimbulkan pertanyaan. Apakah toner memang wajib digunakan atau sebenarnya bisa dilewati?
Dulu, toner identik dengan produk yang terasa menyengat dan membuat kulit seperti tertarik setelah digunakan. Namun, formula toner kini sudah banyak berubah.
Melansir Real Simple, produk ini hadir dengan kandungan yang lebih beragam dan cenderung lebih lembut, termasuk bahan-bahan yang bantu menjaga kelembapan kulit.
Lalu, sebenarnya apa fungsi toner dan apakah setiap orang benar-benar membutuhkannya?
Pada awalnya, toner lebih banyak digunakan sebagai produk tambahan untuk membersihkan wajah sekaligus mengurangi minyak berlebih. Beberapa formula lama bahkan memiliki sifat astringen yang cukup kuat sehingga bisa membuat kulit terasa kering.
Seiring perkembangan produk perawatan kulit, toner kini hadir dalam berbagai formula. Tak hanya untuk kulit berminyak, toner juga tersedia untuk kulit kering, sensitif, hingga kulit yang mudah berjerawat.
Kandungan dalam toner pun semakin beragam. Beberapa produk memiliki bahan pelembap dan bahan aktif yang dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan kulit tertentu. Karena itu, penggunaan toner sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kulit, bukan sekadar mengikuti tren.
Jika mau memasukkan toner ke dalam rutinitas skincare, gunakan produk ini setelah mencuci muka. Urutannya adalah pembersih wajah, toner, serum atau produk perawatan lain, lalu pelembap. Pada pagi hari, jangan lupa melanjutkannya dengan tabir surya.
Toner umumnya memiliki tekstur ringan sehingga digunakan sebelum produk perawatan kulit lainnya. Bahkan, toner dengan tekstur yang lebih kental atau menyerupai susu tetap dapat digunakan pada tahap awal setelah membersihkan wajah.
Cara menggunakannya juga cukup sederhana. Toner bisa dituangkan ke telapak tangan, kemudian ditepuk-tepukkan secara perlahan ke wajah. Cara lainnya adalah menggunakan kapas dan mengusapkannya dengan lembut pada kulit.
Tak semua toner punya fungsi yang sama. Ada beberapa jenis toner yang dapat dipilih sesuai kondisi kulit dan tujuan perawatan.
Toner jenis klarifikasi atau clarifying ditujukan untuk kulit yang rentan mengalami jerawat dan noda bekas jerawat. Namun, bukan berarti toner untuk kulit berjerawat harus membuat wajah terasa kering atau perih. Sebaiknya pilih formula yang tetap memiliki kandungan pelembap, sehingga kulit tidak kehilangan kelembapannya.
Kulit kering atau sensitif dapat memilih toner yang memiliki formula lebih melembapkan. Jenis toner ini biasanya memiliki tekstur lebih kental atau menyerupai susu.
Beberapa kandungan yang umum ditemukan antara lain asam hialuronat, minyak nabati, dan ceramide. Bahan-bahan tersebut bisa menjaga kelembapan sekaligus mendukung lapisan pelindung kulit.
Ada pula toner yang mengandung bahan eksfoliasi untuk membantu mengangkat sel kulit mati pada permukaan kulit. Penggunaannya bisa dilakukan setiap hari atau beberapa kali dalam seminggu, tergantung formula dan kekuatannya.
Beberapa bahan eksfoliasi yang lebih lembut antara lain asam laktat dan PHA. Sementara itu, asam glikolat dan asam salisilat memiliki kemampuan eksfoliasi yang lebih kuat. Karena itu, jangan langsung menggunakan toner eksfoliasi terlalu sering, terutama jika kulit belum terbiasa dengan bahan aktif tersebut.
Untuk kulit sensitif atau sedang mengalami iritasi, toner yang menenangkan bisa menjadi pilihan. Produk jenis ini biasanya mengandung bahan yang dikenal memiliki efek menenangkan, seperti cica atau centella asiatica, air mawar, dan lidah buaya.
Jadi, wajibkah pakai toner? Jawabannya, tidak selalu.
Toner bisa jadi langkah tambahan dalam rutinitas perawatan kulit, tetapi kebutuhan setiap orang berbeda. Jika rutinitas dasar seperti membersihkan wajah, menggunakan pelembap, dan memakai tabir surya sudah terpenuhi, toner bukan satu-satunya produk yang menentukan kesehatan kulit.
Jika mau pakai toner, pilihlah produk sesuai kondisi kulit dan tujuan perawatan. Tak ada salahnya menggunakan jenis toner yang berbeda pada waktu atau hari yang berbeda selama kulit tetap nyaman.
Intinya, jangan memilih toner cuma karena FOMO. Pahami kondisi kulitmu dan pilih produk yang benar-benar sesuai dengan kebutuhanmu.
(Agustina Wulandari )