Abu vulkanik berbeda dengan debu biasa. Abu dapat mengandung partikel sangat halus yang dapat mengiritasi hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan. Karena itu, kondisi masker setelah digunakan di lingkungan berabu perlu diperhatikan.
Masker masih dapat digunakan kembali jika Tidak terlihat kotor atau tertutup abu secara berlebihan, tidak basah atau lembap, tidak robek atau mengalami kerusakan, dan tali atau karetnya masih dalam kondisi baik dan tidak longgar.
Bentuk masker juga masih memungkinkan terbentuknya seal atau kerapatan yang baik dengan wajah. Terakhir, tidak ada bagian masker yang berubah sehingga udara dapat masuk melalui celah di sekitar hidung, pipi, atau dagu. Sebaliknya, masker sebaiknya diganti apabila sudah terlihat kotor, rusak, atau tidak lagi dapat menempel rapat pada wajah.
“Kalau sepanjang itu enggak kotor, masih bersihm enggak rusak sealnya, karetnya. Jadi karet enggak rusak itu bisa rapat sealnya masih rapat di pinggirnya. Sebenarnya masih bisa dipakai,” jelas dr. Henie.
“Tetapi harus diingat juga, kalau sudah kelihatan kotor, terus kalau dipakai malah tambah bersin-bersin, ya kita harus ganti,” lanjutnya.