Rendaman kaki ini dapat dilakukan sekitar dua hingga tiga kali seminggu, selama kulit tidak mengalami masalah atau iritasi.
Namun, frekuensi tersebut bukan berarti semakin sering dilakukan akan semakin baik. Penggunaan cuka secara berlebihan atau terlalu lama dapat berpotensi mengiritasi kulit, terutama pada orang yang memiliki kulit sensitif.
Setelah merendam kaki, penggunaan pelembap juga dapat dipertimbangkan untuk membantu menjaga lapisan pelindung kulit. Langkah ini terutama bermanfaat bagi orang yang memiliki tumit kering atau mudah pecah-pecah.
Tak semua orang cocok mencoba metode ini. Jika kulit kaki sedang mengalami luka terbuka atau sangat sensitif, sebaiknya jangan langsung merendamnya dengan campuran cuka dan garam. Sifat asam pada cuka dapat menyebabkan rasa perih atau memperparah iritasi pada kulit yang mengalami kerusakan.
Begitu pula jika kaki mengalami infeksi jamur yang cukup parah, luka yang sulit sembuh, atau masalah kulit yang sudah didiagnosis dokter. Rendaman kaki tak seharusnya menggantikan pengobatan yang diberikan tenaga medis.