Ketiga, kenali makanan pemicu gas. Kurangi konsumsi bahan makanan yang memicu kembung seperti kol, ubi, minuman bersoda, atau produk olahan susu bagi penderita intoleransi laktosa.
“Kenali pemicu gas, setiap perut beda, tapi "tersangka" utamanya biasanya: Kol, ubi, minuman bersoda, atau produk susu (kalau kamu tidak kuat laktosa). Perhatikan mana yang bikin kembung, lalu kurangi,” ucapnya.
Keempat, manfaatkan kompres hangat. Saat perut terasa kram atau kaku akibat menahan gas, tempelkan botol berisi air hangat atau kantong kompres. Suhu panas efektif merilekskan otot-otot polos usus yang tegang.
Meskipun kembung merupakan keluhan yang umum dan tergolong ringan, kamu tetap perlu waspada jika gejala tak kunjung membaik. Segera konsultasikan ke dokter jika kembung disertai dengan nyeri hebat yang tidak tertahankan, muntah terus-menerus, penurunan berat badan tanpa alasan jelas, atau buang air besar (BAB) berdarah.
“Kapan ke dokter? Jika kembung disertai nyeri hebat yang tidak tertahankan, muntah terus-menerus, penurunan berat badan tanpa sebab, atau BAB berdarah,” kata dr. Cecep.
(Agustina Wulandari )