Mitos atau Fakta: Makan Pasta Bikin Gemuk?

Agustina Wulandari , Jurnalis
Senin 14 September 2026 13:05 WIB
Ilustrasi makan pasta. (Foto: dok Magnific/senivpetro)
Share :

JAKARTA - Biasanya pasta sering menjadi makanan yang dihindari saat seseorang sedang berusaha diet. Alasannya sederhana, pasta dianggap tinggi karbohidrat dan bisa membuat berat badan naik.

Menurut pakar yang dikutip The Standard, pasta sebenarnya tak otomatis menyebabkan kenaikan berat badan. Yang lebih penting adalah jumlah yang dikonsumsi, bahan pendamping, serta total kalori dalam sehari. 

Pasta yang dibuat dari semolina gandum durum juga termasuk sumber karbohidrat kompleks. Jenis karbohidrat ini dicerna lebih lambat sehingga dapat memberikan energi secara bertahap.

Selain itu, pasta dari gandum durum memiliki indeks glikemik yang relatif lebih rendah dibandingkan beberapa sumber karbohidrat olahan, seperti nasi putih dan roti dari tepung terigu yang sangat halus. 

Jadi, sebelum benar-benar menghapus pasta dari menu harian, ada beberapa anggapan yang perlu diluruskan.

1. Pasta Pasti Bikin Berat Badan Naik

PubMed Central juga menemukan bahwa konsumsi pasta dalam pola makan sehat tak berkaitan dengan peningkatan berat badan. Bahkan, dalam pola makan dengan indeks glikemik rendah, konsumsi pasta dikaitkan dengan sedikit penurunan berat badan dan indeks massa tubuh. Artinya, makan pasta sesekali bukan berarti otomatis membuat timbangan naik.

Masalahnya justru bisa muncul ketika pasta dikonsumsi dalam porsi terlalu besar atau dipadukan dengan saus yang tinggi kalori.

2. Pasta Harus Dihindari saat Diet

Pasta tetap bisa masuk dalam pola makan seimbang selama porsinya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Dalam referensi The Standard, panduan umum yang disebutkan adalah sekitar 70-100 gram pasta kering per porsi, meski kebutuhan setiap orang dapat berbeda tergantung aktivitas dan kondisi tubuh. 

Untuk membuat seporsi pasta lebih seimbang, tambahkan sumber protein seperti ikan, ayam, telur, atau kacang-kacangan serta sayuran.

Pilihan pasta gandum utuh juga bisa dipertimbangkan karena mengandung lebih banyak serat dibandingkan pasta yang dibuat dari tepung olahan.

Yang perlu diperhatikan, jangan sampai sepiring pasta hanya berisi pasta, keju, krim, dan minyak dalam jumlah banyak. Komposisi seperti ini dapat membuat jumlah kalori dalam satu hidangan meningkat cukup signifikan.

3. Makan Pasta Malam Hari Pasti Bikin Gemuk

Ada anggapan bahwa makan karbohidrat pada malam hari otomatis membuat berat badan bertambah. Padahal, waktu makan bukan satu-satunya faktor yang menentukan kenaikan berat badan. Yang tak kalah penting adalah total asupan energi sepanjang hari.

Menurut pakar, makan pasta saat malam hari tak langsung membuat seseorang gemuk selama total asupan kalorinya tetap sesuai kebutuhan. 

Bahkan, pasta dapat menjadi pilihan makan malam yang cukup mengenyangkan jika diolah dengan bahan yang tepat dan dikonsumsi dalam porsi wajar.

Namun, klaim bahwa makan pasta malam hari dapat meningkatkan kualitas tidur sebaiknya tak dianggap sebagai aturan umum. Respons setiap orang terhadap makanan sebelum tidur bisa berbeda.

Jadi, Bolehkah Makan Pasta saat Diet?

Jawabannya boleh. Jadi, makan pasta bikin gemuk adalah mitos.

Pasta tak perlu menjadi makanan yang ditakuti ketika sedang menjaga berat badan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pasta, jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat dan dalam jumlah yang sesuai, tidak secara khusus menyebabkan kenaikan berat badan. Kuncinya ada pada porsi, bahan pendamping, cara pengolahan, dan total asupan kalori harian.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya