JAKARTA - Biasanya pasta sering menjadi makanan yang dihindari saat seseorang sedang berusaha diet. Alasannya sederhana, pasta dianggap tinggi karbohidrat dan bisa membuat berat badan naik.
Menurut pakar yang dikutip The Standard, pasta sebenarnya tak otomatis menyebabkan kenaikan berat badan. Yang lebih penting adalah jumlah yang dikonsumsi, bahan pendamping, serta total kalori dalam sehari.
Pasta yang dibuat dari semolina gandum durum juga termasuk sumber karbohidrat kompleks. Jenis karbohidrat ini dicerna lebih lambat sehingga dapat memberikan energi secara bertahap.
Selain itu, pasta dari gandum durum memiliki indeks glikemik yang relatif lebih rendah dibandingkan beberapa sumber karbohidrat olahan, seperti nasi putih dan roti dari tepung terigu yang sangat halus.
Jadi, sebelum benar-benar menghapus pasta dari menu harian, ada beberapa anggapan yang perlu diluruskan.
PubMed Central juga menemukan bahwa konsumsi pasta dalam pola makan sehat tak berkaitan dengan peningkatan berat badan. Bahkan, dalam pola makan dengan indeks glikemik rendah, konsumsi pasta dikaitkan dengan sedikit penurunan berat badan dan indeks massa tubuh. Artinya, makan pasta sesekali bukan berarti otomatis membuat timbangan naik.