Langkah Penting Lindungi Anak dari Debu Vulkanik, Masker Bukan Satu-satunya

Djanti Virantika, Jurnalis
Minggu 13 September 2026 14:05 WIB
Masker untuk anak. (Foto: Freepik)
Share :

DEBU vulkanik dapat menjadi ancaman bagi kesehatan, terutama bagi kelompok rentan, seperti balita dan anak-anak. Partikel debu yang terhirup dapat mengganggu saluran pernapasan, terlebih pada anak yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Selain balita, kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih meliputi lansia serta orang dengan penyakit penyerta, seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), gangguan pernapasan kronis, dan penyakit kardiovaskular.

Dalam kondisi paparan debu vulkanik, ada sejumlah langkah paling penting yang perlu dilakukan orangtua adalah mengurangi dan menghindarkan anak dari paparan sebanyak mungkin. Apa saja?

Tidak semua masker memiliki ukuran yang sesuai untuk wajah anak. Selain itu, masker dengan tingkat filtrasi tinggi dapat membuat bernapas terasa lebih berat sehingga anak mungkin merasa tidak nyaman atau bahkan menolak menggunakannya.

Untuk paparan partikel seperti debu vulkanik, masker dengan kemampuan filtrasi tinggi seperti N95, KN95, atau KF94 dapat menjadi pilihan apabila tersedia dalam ukuran yang sesuai dan anak mampu menggunakannya dengan nyaman.

Namun, bagi balita, perlindungan tidak seharusnya hanya bergantung pada masker. Menjauhkan anak dari sumber debu tetap menjadi langkah utama.

“Harus diperhatikan juga bahwa anak-anak termasuk kelompok orang dengan kelompok sensitif, rentan. Balita, lansia, orang-orang dengan komorbit seperti masalah pernapasan kronik, asma, PPOK, penyakit kardiovaskuler, jantung, itu memang diselamatkan dahulu ya,” ujar dr. Henie.

“Jadi didingat bahwa yang utama hindari pajanan, jauhkan dulu. Memang kalau pada anak-anak kita memang enggak mudah mendapatkan masker yang cocok. Apalagi daam kondisi debu gini, debu vulkanik begini kita sarankan yang filtrasinya 94% ke atas ya. Enggak semuanya ada ukuran untuk anak-anak dan itu karena filternya sangat rapat dia yang namanya N95 itu akan memfiltrasi partikel sampai 90% ya itu akan membuat napasnya kayak jadi lebih enggak enak lebih terbatas,” lanjutnya.

“Apalagi anak-anak dia biasanya tidak mau memakai. Makanya yang dipikirkan jangan anak-anak pakai masker tapi jauhkan dari pajanan debunya,” jelas dr. Henie.

2. Bawa Anak ke Ruangan yang Aman

Ketika debu vulkanik mulai mencemari lingkungan, orangtua sebaiknya membawa anak masuk ke rumah dan menempatkannya di ruangan yang minim paparan udara luar. Ruangan tersebut sebaiknya tertutup dan berada jauh dari pintu keluar-masuk. Pintu dan jendela juga perlu diminimalkan penggunaannya agar debu dari luar tidak mudah masuk.

Orangtua dapat membuat satu ruangan sebagai area yang relatif bersih atau clean room bagi anak. Tujuannya adalah menjaga agar konsentrasi debu di dalam ruangan serendah mungkin.

“Saat anak-anak sudah di rumah tempatkan di area ruangan yang save room yang clear room. Nah itu tempatnya tertutup terus jauh dari pintu keluarnya. Juga enggak boleh sering-sering buka pintu,” ucap dr. Henie.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya