Vitamin dan mineral tetap dibutuhkan tubuh sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang. Namun, mengonsumsi suplemen vitamin tertentu bukan berarti dapat secara khusus menangkal atau menetralisasi abu vulkanik yang masuk ke tubuh.
Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak menjadikan konsumsi vitamin sebagai satu-satunya upaya perlindungan ketika terjadi paparan abu vulkanik. Langkah utama tetap mengurangi paparan, mengikuti informasi dari pihak berwenang, serta menggunakan perlindungan yang sesuai ketika berada di lingkungan yang terdampak abu vulkanik.
Dengan menjaga asupan makanan dan cairan, mencukupi waktu istirahat, serta mengurangi paparan, tubuh diharapkan memiliki kondisi yang lebih baik. Dengan begitu, tubuh bisa menghadapi respons peradangan dan melakukan pemulihan.
(Djanti Virantika)