Salah satu penelitian pada 2024 yang melibatkan lebih dari 20.000 orang menemukan bahwa orang yang lebih sering mengonsumsi teh, khususnya teh hitam, cenderung memiliki risiko lebih rendah mengalami perlemakan hati.
Penelitian lain pada 2015 juga menemukan adanya hubungan antara konsumsi teh hijau dan risiko yang lebih rendah terhadap beberapa penyakit hati.
Meski begitu, bukti yang ada saat ini belum cukup untuk menyimpulkan bahwa minum teh dapat mencegah atau mengobati penyakit hati. Jadi, teh sebaiknya tetap dianggap sebagai bagian dari pola hidup sehat, bukan pengganti pengobatan.
Cara menikmati teh juga perlu diperhatikan. Salah satunya dengan mengurangi atau menghindari tambahan gula.
Teh kemasan atau minuman teh siap minum terkadang mengandung gula tambahan dalam jumlah cukup tinggi. Konsumsi minuman tinggi gula secara berlebihan diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko perlemakan hati.