JAKARTA — Lapisan abu vulkanik yang menempel di tubuh membuat sejumlah kucing terlihat berbeda dari biasanya. Salah satu foto kucing berbulu putih yang tubuh dan wajahnya berubah menjadi keabu-abuan ramai diperbincangkan warganet setelah diduga terkena paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Penampilan kucing tersebut bahkan memancing berbagai komentar lucu dari warganet. Namun, kondisi itu sebenarnya perlu mendapat perhatian karena abu vulkanik tidak hanya mengotori bulu, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan pada hewan.
Kekhawatiran lainnya muncul karena kucing memiliki kebiasaan grooming atau menjilati tubuh untuk membersihkan bulunya. Abu yang menempel pada bulu berpotensi ikut tertelan ketika kucing melakukan aktivitas tersebut.
Karena itu, kucing yang terkena abu vulkanik sebaiknya segera dibersihkan dengan cara yang aman. Pembersihan perlu dilakukan secara hati-hati agar abu tidak semakin beterbangan dan terhirup oleh hewan maupun manusia di sekitarnya.
Mengutip laman Volcanoes, paparan abu vulkanik dapat memberikan sejumlah dampak terhadap hewan. Risiko yang muncul bergantung pada karakteristik abu, kondisi lingkungan, serta jenis dan usia hewan yang terpapar.
Beberapa gangguan yang dapat terjadi antara lain:
Dampak tersebut bahkan dapat muncul ketika tutupan abu relatif tipis. Pada hewan ternak yang mencari makan dengan merumput, risikonya dapat meningkat karena abu yang menempel pada vegetasi berpotensi ikut termakan.
Tingkat gangguan akibat abu vulkanik tidak sama pada setiap hewan. Sejumlah faktor dapat memengaruhi tingkat paparannya, di antaranya karakteristik abu, seperti ukuran butiran, komposisi, serta kemungkinan adanya aerosol beracun.
Kondisi cuaca juga berpengaruh. Hujan dan angin sebelum maupun setelah hujan abu dapat membantu mengurangi atau memindahkan abu dari sumber makanan hewan.
Selain itu, jenis dan usia hewan, kebutuhan nutrisi saat terjadi hujan abu, panjang rumput, serta tingkat penggembalaan turut menentukan besarnya risiko.
Bagi hewan peliharaan seperti kucing, paparan abu perlu diperhatikan terutama karena abu dapat menempel pada bulu dan kemudian tertelan ketika hewan membersihkan tubuhnya. Oleh sebab itu, menjaga hewan tetap berada di tempat yang terlindung dan membersihkan tubuhnya dengan hati-hati menjadi langkah penting selama lingkungan masih dipenuhi abu vulkanik.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)