Masker untuk Mencegah Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Minggu 06 September 2026 10:51 WIB
Masker untuk Mencegah Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA Abu vulkanik yang dilepaskan saat erupsi Anak Krakatau dapat terbawa angin dan mencapai wilayah yang jauh dari sumber letusan. Masyarakat yang berada di area terdampak perlu menggunakan perlindungan pernapasan untuk mengurangi risiko menghirup partikel abu.

International Volcanic Health Hazard Network (IVHHN) menjelaskan bahwa efektivitas perlindungan pernapasan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan bahan masker dalam menyaring partikel. Bentuk dan ukuran masker yang sesuai dengan wajah juga menjadi faktor penting.

Masker dengan kemampuan filtrasi tinggi tetap dapat kurang efektif apabila terdapat celah di antara masker dan wajah. Sebaliknya, masker yang terpasang dengan baik dapat membantu mengurangi masuknya partikel abu melalui sisi masker.

Berikut beberapa jenis masker yang dapat digunakan untuk membantu melindungi pernapasan dari abu vulkanik:

1. Masker N95

Masker respirator seperti N95 menjadi salah satu pilihan perlindungan pernapasan yang paling efektif bagi orang dewasa saat menghadapi paparan abu vulkanik.

Di sejumlah negara, jenis masker dengan standar perlindungan yang setara dapat dikenal dengan nama berbeda, seperti P2, FFP2, atau DS2. Sertifikasi biasanya tercantum pada bagian masker.

Masker N95 dirancang untuk menyaring partikel berukuran kecil dan memiliki bentuk yang mengikuti kontur wajah. Namun, ukurannya dapat terlalu besar untuk anak-anak sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan ukuran wajah.

Karena dibuat lebih rapat dibandingkan masker biasa, N95 juga dapat terasa kurang nyaman, terutama jika digunakan dalam waktu lama. Pada sebagian orang, penggunaan respirator dengan filtrasi tinggi dapat membuat bernapas terasa lebih berat.

IVHHN mengingatkan, orang yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit kardiovaskular sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk menentukan perlindungan pernapasan yang sesuai.

N95 tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran. Ada model yang dapat dilipat, berbentuk mangkuk, hingga yang dilengkapi katup untuk membantu mengeluarkan udara panas dan lembap.

Meski demikian, kemampuan perlindungannya sangat bergantung pada cara pemakaian. Masker harus terpasang dengan tepat dan rapat agar abu tidak masuk melalui celah di sisi wajah.

2. Masker Bedah

Masker bedah atau masker standar berlipat juga dapat digunakan sebagai perlindungan ketika terjadi paparan abu vulkanik.

Namun, efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh cara pemasangan. Masker yang menempel dengan baik pada wajah dapat membantu menyaring partikel abu.

Sebaliknya, jika terdapat celah yang cukup besar di bagian samping, partikel abu dapat masuk melalui celah tersebut sehingga perlindungannya tidak sebaik respirator bersertifikasi industri seperti N95.

Perhatikan Dua Hal Ini Saat Memilih Masker

IVHHN menyebutkan terdapat dua faktor utama yang menentukan seberapa efektif pelindung pernapasan bekerja.

Pertama, kemampuan bahan masker dalam menyaring partikel, sehingga abu tidak mudah menembus lapisan masker.

Kedua, kesesuaian masker dengan bentuk wajah. Masker yang terlalu longgar dapat meninggalkan celah dan memungkinkan partikel masuk dari bagian tepi.

Karena itu, selain mempertimbangkan jenis masker, masyarakat juga perlu memperhatikan ukuran, bentuk, kenyamanan, harga, serta ketersediaan produk di wilayah masing-masing.

Saat abu vulkanik masih berada di udara, penggunaan pelindung pernapasan yang sesuai dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan terhadap saluran pernapasan.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya