Perlukah Mencuci Jamur sebelum Dimasak? Ini Kata Ahli

Agustina Wulandari , Jurnalis
Minggu 30 Agustus 2026 11:05 WIB
Ilustrasi jamur. (Foto: dok Magnific/photoroyalti)
Share :

JAKARTA - Jamur adalah bahan makanan yang nikmat sekaligus menyehatkan. Tetapi banyak orang masih bingung apakah jamur perlu dicuci sebelum dimasak. Ada juga pertanyaan, apakah jamur enoki yang warnanya sudah terlihat agak bening masih aman untuk dimakan?

Menurut para ahli dari Taiwan dan Jepang, sebagian besar jamur yang dijual di pasaran ditanam di lingkungan yang bersih sehingga tidak perlu dicuci. Mencuci jamur justru bisa membuat nutrisinya hilang. Mereka juga menyarankan untuk langsung membuang jamur enoki jika kondisinya sudah memenuhi empat ciri tertentu.

4 Jenis Jamur Ini Tidak Perlu Dicuci

Melansir The Standard, Badan Pertanian dan Pangan Taiwan (AFA) menyebut, jamur-jamur yang dibeli di swalayan, seperti jamur enoki, king oyster (jamur tiram raja), bunashimeji, dan jamur beech putih, ditanam menggunakan teknik budi daya yang steril, seperti di dalam kantong bibit atau botol. Proses penanamannya sama sekali tidak menggunakan pestisida kimia.

Jadi, kamu hanya perlu membuang sisa-sisa serbuk kayu yang menempel dan memotong bagian akarnya sebelum dimasak. Tidak perlu dicuci sama sekali!

Sementara itu, untuk jamur shitake dan jamur kuping yang dibudidayakan di tempat semi-terbuka, AFA menyarankan untuk membilasnya sebentar saja di bawah air mengalir sebelum dimasak guna membuang debu di permukaannya. Kuncinya, jangan direndam terlalu lama dan langsung masak setelah dibilas agar rasa dan teksturnya tetap lezat.

Mencuci Jamur Bisa Merusak Rasa

Pakar sayuran asal Jepang, Tetsu Aogami, juga menyebutkan bahwa mencuci jamur sebelum memasaknya akan sangat mengurangi rasa dan teksturnya. Selain itu, nutrisi yang larut dalam air, seperti vitamin B juga akan ikut terbuang.

Ia menyarankan untuk langsung memasak jamur setelah kemasannya dibuka dan bagian akarnya dibuang. Akan tetapi, kalau jamur yang kamu miliki adalah hasil petikan dari alam liar, jamur tersebut mungkin kotor terkena debu atau kotoran dari lingkungan sekitarnya. 

Jadi, kamu memang disarankan untuk mencucinya. Kalau tidak terlalu kotor, mengusap jamur dengan tisu dapur yang lembap saja sudah cukup.

Nah, karena jamur yang beredar di pasaran ditanam di pabrik yang steril dan dikemas dengan bersih, konsumen pada dasarnya tidak perlu khawatir soal kebersihannya.

Jamur Enoki: Apakah Warna Bening Berarti Sudah Tidak Segar? Begini Cara Memilihnya!

Ilustrasi jamur enoki. (Foto: dok Magnific/jcomp)

Tetsu Aogami menjelaskan bahwa jika jamur enoki tampak bening atau seperti berair, itu adalah tanda bahwa kesegarannya sudah mulai menurun. Kalau jamur hanya sedikit layu, masih aman kok untuk dimakan asalkan dimasak sampai benar-benar matang. 

Namun, segera buang jamur enoki tersebut kalau kamu menemukan empat kondisi ini: terlalu berlendir, mengeluarkan bau asam, warnanya berubah menjadi kecokelatan, ada bintik-bintik kapang yang terlihat jelas.

Saat membeli jamur enoki segar, perhatikan tiga tanda ini:

  • Warna putih secara keseluruhan, tidak terlalu bening. Kalau sudah menguning atau kecokelatan, berarti jamur sudah lewat masa terbaiknya.
  • Tudung yang lebih kecil dan kuncup menunjukkan jamur yang lebih segar. Kalau payungnya sudah terbuka lebar, berarti jamur tersebut sudah lama disimpan.
  • Embun atau tetesan air di dalam plastik juga menjadi peringatan bahwa kualitas jamur sudah menurun.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya