JAKARTA - Jamur adalah bahan makanan yang nikmat sekaligus menyehatkan. Tetapi banyak orang masih bingung apakah jamur perlu dicuci sebelum dimasak. Ada juga pertanyaan, apakah jamur enoki yang warnanya sudah terlihat agak bening masih aman untuk dimakan?
Menurut para ahli dari Taiwan dan Jepang, sebagian besar jamur yang dijual di pasaran ditanam di lingkungan yang bersih sehingga tidak perlu dicuci. Mencuci jamur justru bisa membuat nutrisinya hilang. Mereka juga menyarankan untuk langsung membuang jamur enoki jika kondisinya sudah memenuhi empat ciri tertentu.
Melansir The Standard, Badan Pertanian dan Pangan Taiwan (AFA) menyebut, jamur-jamur yang dibeli di swalayan, seperti jamur enoki, king oyster (jamur tiram raja), bunashimeji, dan jamur beech putih, ditanam menggunakan teknik budi daya yang steril, seperti di dalam kantong bibit atau botol. Proses penanamannya sama sekali tidak menggunakan pestisida kimia.
Jadi, kamu hanya perlu membuang sisa-sisa serbuk kayu yang menempel dan memotong bagian akarnya sebelum dimasak. Tidak perlu dicuci sama sekali!
Sementara itu, untuk jamur shitake dan jamur kuping yang dibudidayakan di tempat semi-terbuka, AFA menyarankan untuk membilasnya sebentar saja di bawah air mengalir sebelum dimasak guna membuang debu di permukaannya. Kuncinya, jangan direndam terlalu lama dan langsung masak setelah dibilas agar rasa dan teksturnya tetap lezat.
Pakar sayuran asal Jepang, Tetsu Aogami, juga menyebutkan bahwa mencuci jamur sebelum memasaknya akan sangat mengurangi rasa dan teksturnya. Selain itu, nutrisi yang larut dalam air, seperti vitamin B juga akan ikut terbuang.
Ia menyarankan untuk langsung memasak jamur setelah kemasannya dibuka dan bagian akarnya dibuang. Akan tetapi, kalau jamur yang kamu miliki adalah hasil petikan dari alam liar, jamur tersebut mungkin kotor terkena debu atau kotoran dari lingkungan sekitarnya.