Denyut jantung yang meningkat ketika berolahraga merupakan respons normal tubuh. Semakin tinggi intensitas aktivitas, semakin besar pula kebutuhan tubuh terhadap oksigen sehingga jantung bekerja lebih cepat.
Selain olahraga, denyut jantung juga dapat meningkat akibat stres, kurang tidur, dehidrasi, demam, konsumsi kafein, hingga kondisi lingkungan yang panas. Karena itu, angka denyut jantung perlu dilihat berdasarkan situasi dan kondisi tubuh secara keseluruhan.
Seseorang sebaiknya tidak hanya memperhatikan angka pada smartwatch, tetapi juga mengenali sinyal dari tubuh. Jika saat berolahraga muncul keluhan seperti nyeri dada, sesak napas, pusing, jantung berdebar tidak biasa, atau tubuh terasa sangat lemas, aktivitas sebaiknya dihentikan dan segera mendapatkan pertolongan medis jika gejala berat atau menetap.
Terlebih bagi orang yang memiliki riwayat penyakit jantung, hipertensi, diabetes, atau penyakit lainnya, konsultasi dengan dokter sebelum melakukan olahraga intensitas tinggi sangat dianjurkan. Pada akhirnya, smartwatch dapat menjadi alat bantu untuk memantau denyut jantung, tetapi tidak dapat menggantikan pemeriksaan dan diagnosis dokter.
(Djanti Virantika)