Psikolog: Bercerai Secara Hukum Belum Tentu Buat Seseorang Alami Emotional Divorce

Djanti Virantika, Jurnalis
Minggu 23 Agustus 2026 19:05 WIB
Perceraian. (Foto: Freepik)
Share :

3. Mengapa Legal Divorce Tidak Selalu Berarti Emotional Divorce?

Perceraian biasanya melibatkan berbagai persoalan yang kompleks. Ketika hubungan berakhir dalam kondisi penuh konflik, luka emosional, kekecewaan, atau persoalan yang belum terselesaikan, perasaan tersebut tidak otomatis hilang setelah putusan pengadilan keluar.

Karena itu, seseorang dapat berstatus sebagai mantan pasangan secara hukum, tetapi masih membawa berbagai emosi dari hubungan sebelumnya. Kondisi tersebut juga dapat membuat interaksi antara mantan pasangan tetap penuh ketegangan.

Hal-hal kecil yang dilakukan salah satu pihak bisa menjadi pemicu bagi pihak lainnya. Terlebih jika keduanya masih harus berkomunikasi karena memiliki anak atau tanggung jawab bersama.

“Kemudian, ada lagi yang disebut dengan emotional divorce, emotional divorce itu seberapa akhirnya kita sudah terlepas dari segala permasalahan yang akhirnya menuju ke perceraian itu sendiri. Nah ada yang tadi akhirnya sudah berdamai itu biasanya secara emosional memang sudah benar-benar terpisah, sudah dia ngapain sudah akhirnya tidak relevan pada kita gitu,” tutur Hersa.

“Nah jadi memang buat pasangan yang sudah mengalami legal divorce belum tentu akhirnya sudah mengalami emotional divorce, masih ada attachment tertentu dari sisi emosional yang akhirnya misalnya apa yang dilakukan masih triggering buat pasangan, apa yang saya lakukan untuk pasangan, dan sebagainya,” sambungnya.

“Jadi, dua hal itu adalah dua hal yang memang perlu dipisahkan karena ketuk palu itu gak berarti akhirnya secara emosional semuanya juga sudah berpisah gitu,” jelas Hersa.

3. Apa yang Harus Dilakukan Jika Belum Berdamai Secara Emosional?

Hersa menyarankan seseorang untuk terlebih dahulu memahami bagaimana perceraian dan pola hubungan dengan mantan pasangan memengaruhi dirinya.

Menurutnya, seseorang terkadang terlalu sibuk menghadapi konflik dan berbagai urusan perceraian sehingga lupa melakukan refleksi terhadap kondisi emosionalnya sendiri.

Seseorang dapat mulai dengan mengenali perasaan yang muncul, memahami apa yang menjadi pemicu emosi, serta melihat sejauh mana pengalaman dalam hubungan tersebut masih memengaruhi kehidupannya. Jika merasa kesulitan memahami kondisi tersebut, berkonsultasi dengan profesional dapat menjadi salah satu pilihan.

“Pertama tentunya dia perlu memahami dulu ya apa bagaimana akhirnya perceraian ataupun pola hubungan dengan pasangan itu berdampak pada dirinya,” jelas Hersa.

“Ini yang terkadang kan orang sibuk dengan berantemnya, sibuk dengan yaudah apa yang saya harus urus gitu ya, tapi akhirnya tidak berefleksi dan tidak mengambil waktu untuk oke saya tuh perasaannya gimana sih, ini tuh mempengaruhi diri saya sejauh apa sih,” sambungnya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya