Di sejumlah wilayah rawan, seperti Kabupaten Barito Utara, Barito Timur, dan Kota Palangka Raya, pemerintah turut mendirikan pos kesehatan dan ruang oksigen. Sementara itu, program "Oase Udara" dijalankan di sejumlah fasilitas kesehatan di Kalimantan Barat untuk membantu memastikan ketersediaan oksigen bagi warga yang mengalami sesak napas.
Puncak musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026. Karena itu, Kemenkes mengimbau masyarakat di wilayah terdampak karhutla untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar.
Masyarakat juga diminta rutin memantau indeks kualitas udara melalui aplikasi, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta memperbanyak konsumsi air putih. Jika muncul gejala gangguan pernapasan, warga diimbau segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)