JAKARTA - Kekayaan pariwisata Indonesia membuka ruang luas bagi kreator untuk memperkenalkan berbagai destinasi dan budaya lokal kepada audiens yang lebih luas. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) kini turut memberikan alternatif bagi kreator untuk mengemas cerita tentang Indonesia dalam bentuk video yang lebih kreatif.
Peluang tersebut hadir melalui WonderClip AI Hackathon: Wonderful Indonesia yang mengajak kreator lokal mengangkat berbagai sisi Indonesia melalui video berbasis AI. Mengusung tema “Create Indonesia's Story with AI”, menjadi ruang bagi peserta untuk mengeksplorasi cerita mengenai pariwisata, budaya, kuliner, seni, hingga kehidupan modern Indonesia.
Peserta ditantang membuat video berdurasi 60 hingga 180 detik menggunakan WonderClip AI. Dengan format tersebut, kreator dapat memilih sudut pandang masing-masing dalam memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat, termasuk mengangkat potensi destinasi wisata yang mungkin belum banyak dikenal.
Rinaldo dari Melocin Studio mengatakan kolaborasi tersebut menjadi salah satu kesempatan bagi kreator lokal untuk memanfaatkan teknologi AI dalam menghasilkan konten yang dapat menjangkau audiens lebih luas.
“Kami sangat antusias dapat berkolaborasi dengan WonderClip AI untuk mendukung para kreator lokal di Indonesia. Dengan beragam fitur AI yang ditawarkan serta dukungan kapabilitas komputasi awan, WonderClip AI memberikan kesempatan bagi kreator lokal untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi konten, sekaligus memiliki daya saing untuk menghasilkan karya yang dapat menjangkau audiens global,” ujar Rinaldo.
Kompetisi ini memberikan kebebasan kepada peserta dalam menentukan cerita yang ingin disampaikan. Kekayaan Indonesia dapat diangkat melalui berbagai tema, mulai dari tradisi dan ritual, kuliner, tari dan pertunjukan, alam, lanskap, kerajinan, hingga seni.
Kreator juga dapat memilih tema Indonesia masa kini dengan memperlihatkan pertemuan antara tradisi, teknologi, dan inovasi dalam kehidupan masyarakat.
Pilihan tersebut membuat kreator memiliki kesempatan untuk mengangkat destinasi maupun kekayaan budaya Indonesia berdasarkan perspektif mereka masing-masing. Cerita mengenai sebuah daerah tidak harus selalu disampaikan melalui informasi wisata, tetapi dapat dikemas melalui pengalaman, budaya lokal, kuliner, masyarakat, maupun lanskap yang menjadi ciri khasnya.
Dari sisi produksi, peserta juga tidak diwajibkan memiliki pengalaman sebagai editor video profesional. WonderClip AI menyediakan fitur text-to-video dan image-to-world yang memungkinkan ide atau prompt diubah menjadi visual bergerak.
Video dapat menggunakan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, maupun bahasa daerah. Penggunaan subtitle juga dianjurkan agar konten lebih mudah dipahami oleh audiens yang lebih luas.
WonderClip AI Hackathon menyediakan 150 slot peserta dan dapat diikuti kreator Indonesia secara individu. Pendaftaran berlangsung pada 21–24 Agustus 2026 dengan sistem first come, first served. Kreator konten juga mendapatkan prioritas pertimbangan dalam proses seleksi.
Peserta yang terpilih akan memperoleh 5.000 kredit WonderClip AI dan memiliki waktu tujuh hari, mulai 25–31 Agustus 2026, untuk menghasilkan satu video berdurasi 60 hingga 180 detik.
Karya dapat dibuat dengan format yang dioptimalkan untuk media sosial, sedangkan format horizontal tetap diperbolehkan. Batas akhir pengumpulan video adalah 31 Agustus 2026 pukul 21.00 WIB.
WonderClip AI merupakan platform video berbasis AI dari Alibaba yang memungkinkan pengguna menghasilkan visual bergerak melalui fitur text-to-video dan image-to-world. Dalam kompetisi ini, peserta memperoleh 5.000 kredit untuk digunakan selama proses pembuatan karya.
Alibaba Cloud menjadi penyelenggara hackathon, dengan dukungan Melocin Studio sebagai produsen konten digital dan kreator di Indonesia serta Indonet sebagai mitra resmi Alibaba Cloud.
Melalui kompetisi tersebut, kreator memiliki kesempatan untuk memperkenalkan Indonesia melalui perspektif yang lebih personal. Destinasi wisata, kekayaan alam, tradisi, kuliner, hingga kehidupan masyarakat dapat dikemas menjadi cerita singkat yang relevan dengan kebiasaan audiens digital.
Bagi kreator Indonesia, ajang ini sekaligus menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa promosi pariwisata tidak hanya dapat dilakukan melalui konten perjalanan konvensional. Teknologi AI dapat dimanfaatkan sebagai medium untuk menghadirkan cerita baru tentang berbagai sisi Indonesia dan memperkenalkannya kepada khalayak yang lebih luas.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)