Kisah Bayi Prematur yang Selamat di Tengah Gempa NTT

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Jum'at 21 Agustus 2026 12:10 WIB
Kisah Bayi Prematur yang Selamat di Tengah Gempa NTT (Foto: Kemenkes)
Share :

Pasien dalam kondisi kritis akan dirujuk langsung ke rumah sakit, sedangkan pasien dengan luka ringan ditangani di puskesmas atau tenda darurat.

“Tugas prioritas Kementerian Kesehatan saat tanggap darurat nomor satu adalah pasiennya, bukan fasilitas pelayanannya. Pasiennya nomor satu, sesudah itu baru nomor dua kita perbaiki fasilitas yang rusak,” tegas Menkes Budi di Nagekeo.

Prioritas kedua adalah rehabilitasi infrastruktur fasilitas kesehatan yang rusak. Kemenkes menargetkan pembangunan maupun renovasi fasilitas tersebut dapat rampung dalam delapan hingga 12 bulan ke depan.

Sementara itu, prioritas ketiga adalah penanganan trauma psikologis atau trauma healing. Tingginya kekhawatiran warga terhadap kemungkinan gempa susulan mendorong Kemenkes menggandeng organisasi profesi untuk mendatangkan konselor ke NTT.

Dalam jangka menengah, Kemenkes juga berencana menempatkan psikolog klinis di 10.000 puskesmas di seluruh Indonesia secara bertahap.

Operasi Sesar di Tengah Keterbatasan

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya