Sering Snooze Alarm? Kebiasaan Ini Bisa Bikin Bangun Tidur Makin Pusing

Niko Prayoga , Jurnalis
Jum'at 21 Agustus 2026 16:10 WIB
Sering Snooze Alarm? Kebiasaan Ini Bisa Bikin Bangun Tidur Makin Pusing (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA — Kebiasaan menekan tombol snooze atau kembali tidur setelah alarm berbunyi mungkin terasa seperti cara untuk mendapatkan tambahan waktu istirahat. Namun, jika dilakukan berulang kali dalam waktu singkat, kebiasaan tersebut justru dapat membuat tubuh terasa berat, pusing, linglung, dan kurang segar ketika akhirnya bangun.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan, menjelaskan bahwa kondisi tersebut dapat terjadi ketika seseorang terbangun oleh alarm pertama, kemudian kembali tidur dan terbangun lagi oleh alarm berikutnya. Siklus tersebut dapat berulang beberapa kali.

“Pagi hari seharusnya jadi momen paling segar, tapi saya paham kamu sering merasa pusing dan berat setelah bangun. Banyak yang kira nambah tidur 5 sampai 10 menit bikin badan lebih segar. Padahal menunda alarm berkali-kali justru jadi biang keladinya,” kata dr. Cecep dalam unggahan video di akun Instagram-nya, dikutip Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, ketika seseorang kembali tidur setelah mematikan alarm, otak dapat mulai memasuki siklus tidur berikutnya. Jika kemudian terbangun lagi karena alarm, proses bangun dapat terjadi ketika tubuh belum menyelesaikan siklus tidur tersebut.

Kondisi itu dapat menimbulkan sleep inertia, yaitu keadaan ketika seseorang masih merasa mengantuk, sulit berkonsentrasi, pusing, atau linglung setelah terbangun.

“Begini, saat kamu tidur lagi setelah matikan alarm, otakmu mulai siklus tidur baru. Nah, pas alarm berikutnya bunyi, kamu terbangun paksa di tengah siklus. Hasilnya: sleep inertia, pusing, linglung, dan tubuh terasa berat,” jelasnya.

Dr. Cecep juga mengatakan kebiasaan tersebut perlu dihindari apabila sudah berlangsung terus-menerus. Menurut dia, pola tidur dan bangun yang tidak teratur dapat berdampak terhadap berbagai proses dalam tubuh.

“Kalau kebiasaan ini berlangsung lama, risikonya bisa gangguan hormon dan metabolisme tubuh,” tuturnya.

Letakkan Alarm Jauh dari Tempat Tidur

Untuk mengurangi kebiasaan menekan tombol snooze, dr. Cecep menyarankan agar ponsel atau perangkat alarm diletakkan di tempat yang tidak mudah dijangkau dari tempat tidur.

Dengan begitu, seseorang harus bangun dan bergerak untuk mematikan alarm. Aktivitas tersebut dapat membantu tubuh menjadi lebih aktif sehingga keinginan untuk kembali tidur dapat berkurang.

“Solusi simpel: terapkan aturan jarak. Taruh HP atau alarm di tempat yang enggak bisa dijangkau sambil tiduran. Dengan begitu kamu dipaksa bangun dan bergerak,” bebernya.

Selain itu, paparan cahaya pada pagi hari juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sinyal bagi tubuh untuk mulai terjaga. Ia menyarankan agar tirai kamar sedikit dibuka sehingga cahaya alami dapat masuk.

“Cahaya adalah sinyal bangun paling kuat untuk otak. Atur gordenmu agar sedikit terbuka, atau gunakan lampu pintar (smart lamp) yang bisa di-setting untuk menyala dan meredup perlahan 15 menit sebelum alarm berbunyi,” tutur dr. Cecep.

Pemilihan suara alarm juga dapat menjadi pertimbangan. Alih-alih menggunakan suara yang keras dan mengejutkan, ia menyarankan alarm dengan suara yang lebih lembut atau nada yang meningkat secara bertahap.

“Hindari suara alarm yang terlalu kasar dan mengejutkan. Penelitian menunjukkan bahwa alarm dengan suara yang melodis atau nadanya naik secara bertahap bisa membantu proses transisi otak dari tidur ke sadar menjadi lebih lembut,” tambahnya.

Minum air putih setelah bangun juga dapat menjadi kebiasaan sederhana untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh setelah tidur semalaman.

Meski demikian, dr. Cecep menekankan bahwa kebiasaan bangun tidur yang baik tidak hanya bergantung pada alarm. Menurutnya, menjaga waktu tidur dan bangun secara konsisten merupakan bagian penting dalam membentuk pola tidur yang lebih teratur.

“Ini adalah solusi jangka panjang yang paling ampuh. Latih jam biologismu dengan bangun di jam yang sama SETIAP HARI, termasuk akhir pekan. Lama-kelamaan, tubuhmu akan belajar untuk bangun secara alami beberapa menit sebelum alarm berbunyi,” pungkasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya