Beberapa keluhan yang dapat muncul antara lain sakit perut, penurunan nafsu makan, tubuh terasa lemas, jumlah urine yang berkurang, hingga kenaikan berat badan yang cukup signifikan akibat penumpukan cairan.
"Apabila gejala ini berlanjut dan tidak ditangani, maka lama-lama bisa muncul komplikasi, misalnya anak menjadi sakit perut. Kemudian nafsu makannya menurun, anak menjadi lemas, dan pipisnya menjadi lebih sedikit. Terjadi juga kenaikan berat badan yang cukup signifikan dibandingkan biasanya," jelas dia.
Dr. Reza mengingatkan orang tua untuk tidak mengabaikan pembengkakan atau perubahan urine yang dialami anak. Pemeriksaan oleh tenaga medis diperlukan untuk memastikan penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.
"Apabila ada tanda-tanda ini, jangan tunggu lama-lama ya, Moms, semuanya. Harus segera dibawa ke dokter spesialis anak atau dokter ginjal anak untuk nanti akan diperiksa urine, diperiksa albumin darahnya untuk penegakan diagnosis sindrom nefrotik pada anak," pungkas dia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)