“Dan kerokan itu jangan terlalu sering karena menyebabkan iritasi pada kulit. Apalagi yang terlalu kencang itu bisa berdarah. Sistemnya sebenarnya sama seperti masase dan seperti bekam. Jadi meningkatkan aktivasi pembuluh darah kapiler, sehingga membuat relaksasi pada otot,” ungkap dr. Tirta.
Di sisi lain, dr. Tirta mengaku masih melakukan kerokan sesekali. Baginya, aktivitas tersebut dapat membantu memberikan rasa rileks, terutama setelah beraktivitas dalam waktu lama di depan komputer maupun ponsel.
“Masih. Jadi saya itu masih kerokan. Nah, ini masih kerokan karena bermanfaat untuk relaksasi otot, terutama di bagian leher sama bahu. Karena kerjaan saya itu kan menghadap laptop, sama handphone, sama mengetik. Jadi biasa tegang di otot-otot leher,” pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)