JAKARTA — Menyusui seringkali dipersepsikan sebagai tugas tunggal seorang ibu. Hal itu karena teknis menyusui atau pemberian ASI terlihat hanya bisa dilakukan oleh ibu dari sang anak. Padahal, di dalamnya juga harus ada peran ayah.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono dalam sebuah unggahan video di akun Instagramnya mengatakan bahwa dukungan emosional dari suami memegang peranan krusial, terutama dalam memberikan dukungan terhadap ibu atau istri di masa menyusui.
"Masalahnya sekarang adalah bukan soal pemberian ASI itu tanggung jawab ibunya, tapi ayah yang punya anak yang sedang menyusu, itu juga butuh mendukung ibunya supaya ibunya itu tetap bisa memberikan ASI," kata Dante, dikutip Jumat (14/8/2026).
Keterlibatan suami secara langsung terbukti mempengaruhi kondisi psikologis ibu. Suasana emosional yang kondusif dan minim stres merupakan faktor utama yang menjaga kelancaran produksi ASI.
Menurutnya, ikatan emosional (bonding) serta hadirnya sistem pendukung (support system) yang kuat di sekitar ibu akan berdampak langsung pada keberhasilan masa menyusui. "Karena bonding emosional dan dukungan dari lingkungan sekitarnya kepada ibu yang memberikan ASI itu sangat berpengaruh," ujarnya.
Di sisi lain, Dante menuturkan bahwa pemenuhan hak ASI eksklusif bagi anak tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Di samping peran penting seorang ayah di rumah, ekosistem kerja dan penyediaan fasilitas yang memadai juga menjadi pilar pendukung yang tak kalah vital.
"Bukan hanya kewajiban ibu saja, tapi juga ayahnya, lingkungan kerjanya, dan fasilitas-fasilitas lain yang mendukung. Itu harus dikonsolidasi supaya ibu bisa memberikan ASI eksklusif kepada anaknya," tutur Dante.
Dengan adanya keterlibatan harmonis antara peran ayah di rumah, kebiasaan positif di lingkungan keluarga, hingga kebijakan tempat kerja yang ramah ibu menyusui, tantangan memberikan ASI eksklusif di era modern dapat teratasi secara optimal.
(Agustina Wulandari )