Sering Dikira Maag, Nyeri di Area Perut Ini Ternyata Bisa Jadi Tanda Batu Ginjal

Niko Prayoga , Jurnalis
Kamis 13 Agustus 2026 17:05 WIB
Ilustrasi nyeri perut. (Foto: dok Magnific)
Share :

JAKARTA - Pernahkah kamu berobat ke dokter karena keluhan sakit perut, lalu hal pertama yang ditanyakan justru, "Sakitnya di sebelah mana?". Pertanyaan ini sering kali terasa sepele bagi sebagian orang. Padahal, bagi tenaga medis, menunjuk titik nyeri dengan tepat adalah langkah krusial awal untuk memetakan sumber masalah di dalam tubuh.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Ginjal dan Hipertensi Decsa Medika Hertanto dalam unggahan video di akun Instagramnya menjelaskan bahwa lokasi nyeri merupakan sinyal utama yang mengarahkan dokter pada organ mana yang sedang bermasalah.

“Ada alasan kenapa dokter selalu nanya sakit perutnya itu di sebelah mana pas kalian datang dengan nyeri perut. Karena buat kami, dokter, lokasi sakit perut itu kayak alamat rumah. Ngasih petunjuk siapa yang lagi rewel di dalam,” kata dr. Decsa, dikutip Kamis (13/8/2026).

Untuk mempermudah pemahaman masyarakat awam, dunia medis membagi area perut manusia menjadi sembilan bagian layaknya kisi-kisi atau kotak khusus. Pembagian wilayah ini membantu mengidentifikasi berbagai kemungkinan kondisi kesehatan dari atas hingga ke bawah.

“Paling gampang, perut kalian di dunia medis itu dibagi jadi sembilan kotak. Nah, kita bedah satu-satu dari atas ke bawah,” ucapnya.

Apa Saja 9 Peta Area Perut?

Area pertama adalah bagian atas tempat liver, empedu, hingga lambung. Nyeri di titik ini acap kali muncul secara mendadak, terutama setelah mengkonsumsi santapan bernutrisi berat. Berpindah sedikit ke tengah, yaitu area ulu hati (tengah atas), rasa tidak nyaman kerap diidentikkan dengan gangguan pencernaan umum.

“Kanan atas, di situ ada liver dan kantong empedu. Sakit di sini, apalagi habis makan gorengan atau makanan berlemak, sering banget tanda-tanda suatu batu empedu atau radang empedu. Kemudian ulu hati, tengah atas. Jika rasanya panas, perih, kayak kebakar, kemungkinan besar suatu maag atau gerd,” kata dr. Decsa.

Sementara itu, pada sisi kiri atas, terdapat lambung dan limpa. Meski demikian, penyebab paling berulang di area ini umumnya masih berkaitan dengan peradangan dinding lambung. “Kiri atas, di sini ada lambung dan limpa. Namun, paling sering kasusnya itu gastritis atau maag juga,” ucapnya.

Kemudian area kedua adalah bagian tengah. Sensasi nyeri yang dirasakan bisa menjadi indikator adanya masalah pada organ penyaring darah. Sensasi ini kerap menjalar tidak hanya di depan, tetapi juga menembus hingga ke area pinggul belakang.

“Nah, kalau geser ke tengah, kanan atau kiri perut, kalau sakitnya itu tembus sampai ke punggung dan hilang timbul, waspada batu ginjal,” tutur dr. Decsa.

Ketiga adalah area bagian bawah. Sensasi nyeri di titik kanan bawah menjadi salah satu indikasi yang paling umum dikenal masyarakat, yaitu peradangan usus buntu (appendicitis). Pola rasa sakitnya terbilang sangat khas. Sedangkan untuk area tengah bawah, keluhan yang muncul biasanya berkaitan erat dengan sistem ekskresi atau organ reproduksi.

“Kemudian jika kita geser ke bawah, kanan bawah, ini yang klasik banget, usus buntu. Awalnya sakit di sekitar pusar, terus pindah ke kanan bawah, ditambah mual dan demam. Kemudian tengah bawah, sering terkait dengan kasus infeksi saluran kemih. Pada laki-laki, bisa juga radang prostat,” ujar dr. Decsa.

Terakhir, lanjutnya, untuk titik kiri bawah penyebabnya cenderung lebih terikat pada pola pencernaan harian dan kelancaran buang air besar atau sembelit. Meski demikian, dr. Decsa mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan diagnosis mandiri. Pemetaan ini bertujuan sebagai edukasi agar pasien bisa menjelaskan gejalanya dengan lebih runtut saat berkonsultasi, bukan untuk mengobati diri sendiri.

“Tapi ingat, ini cuma pola, bukan diagnosis pasti. Kalau nyerinya berat, makin parah, jangan tebak-tebak, langsung ke IGD,” ucapnya. 

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya