Mengenal Songkok Paskibraka di Istana Negara, Ternyata Punya Nilai Sejarah Mendalam

Khafid Mardiyansyah, Jurnalis
Rabu 12 Agustus 2026 21:34 WIB
Songkok Paskibraka
Share :

Perkembangan songkok juga terlihat dalam tradisi masyarakat Bangka Belitung. Kajian mengenai songkok resam yang terdokumentasi dalam basis data penelitian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyebut songkok sebagai istilah lokal untuk peci atau kopiah. Songkok resam menjadi bagian dari pelengkap pakaian adat Melayu Bangka Belitung dan digunakan dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk upacara adat.

Sementara itu, dalam konteks kehidupan masyarakat Muslim dan lingkungan pesantren, songkok juga berkembang menjadi salah satu penanda identitas. Kajian dalam Jurnal Masyarakat Indonesia yang diterbitkan BRIN menyebut songkok sebagai peci nasional berwarna hitam yang menjadi bagian dari pakaian santri dalam kegiatan belajar dan ritual keagamaan.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa songkok di Indonesia bukan sekadar benda pelengkap pakaian. Bentuk dan penggunaannya berkembang mengikuti konteks sosial masing-masing daerah, sekaligus menjadi bagian dari pertemuan antara tradisi lokal, agama, dan perkembangan identitas kebangsaan.

Dalam perkembangannya pada abad ke-20, peci atau kopiah hitam semakin populer sebagai atribut busana masyarakat Indonesia. Kajian BRIN mencatat bahwa peci mulai populer pada awal abad ke-20, kemudian berkembang sebagai atribut busana resmi di kalangan pemerintahan dan busana keseharian masyarakat hingga pertengahan abad ke-20. Secara sosial, peci kemudian identik dengan bangsa Indonesia dan juga kerap dikaitkan dengan kesederhanaan serta simbol kepemimpinan nasionalis dan agamais.

Karena itu, keberadaan songkok dalam prosesi kenegaraan memiliki konteks budaya yang lebih luas. Ia berada di antara warisan tradisi, identitas masyarakat, dan simbol kebangsaan yang terus mengalami perkembangan.

Kualitas untuk Busana Kenegaraan

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya