Mengenal Songkok Paskibraka di Istana Negara, Ternyata Punya Nilai Sejarah Mendalam

Khafid Mardiyansyah, Jurnalis
Rabu 12 Agustus 2026 21:34 WIB
Songkok Paskibraka
Share :

JAKARTA – Songkok menjadi salah satu bagian dari busana yang melekat dalam berbagai kegiatan kenegaraan dan upacara di Indonesia. Dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, keberadaan songkok yang dikenakan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) kembali menarik perhatian, bukan hanya dari sisi penampilan, tetapi juga nilai budaya yang melekat di dalamnya.

Sebagai bagian dari busana resmi, songkok tidak sekadar berfungsi sebagai pelengkap pakaian. Bentuknya merepresentasikan nilai kehormatan, kedisiplinan, dan identitas budaya yang telah berkembang dari generasi ke generasi.

Jejak Panjang Songkok dalam Budaya Indonesia

Sejarah songkok di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari perkembangan masyarakat dan kebudayaan di berbagai daerah. Bentuk penutup kepala yang kemudian dikenal dengan berbagai nama, seperti songkok, peci, atau kopiah, berkembang dalam lingkungan sosial dan budaya yang berbeda-beda.

Kajian yang diterbitkan melalui jurnal Naditira Widya dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat bahwa penggunaan peci atau songkok dalam kebudayaan Makassar antara lain mendapat pengaruh dari kebudayaan luar, termasuk Turki, Jazirah Arab, dan India. Namun, dalam perkembangannya, penutup kepala tersebut mengalami proses adaptasi dan memperoleh makna tersendiri dalam kebudayaan masyarakat Indonesia.

Di sejumlah daerah, songkok bahkan berkembang menjadi bagian penting dari identitas lokal. Salah satunya adalah Songko To Bone atau Songko Recca dari Sulawesi Selatan yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia melalui SK Nomor 264/M/2018. Menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, songko recca dibuat dari serat pelepah daun lontar dan memiliki sejarah panjang dalam lingkungan Kerajaan Bone. Pada masa pemerintahan Raja Bone Lamappanyukki pada 1931, songko recca mendapat perhatian besar dan menjadi semacam kopiah resmi atau songkok kebesaran bagi raja, bangsawan, dan para punggawa kerajaan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya