Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia periode 2022-2026, Apt. Noffendri Roestam, S.Si., juga menyoroti pentingnya penelitian berbasis bukti ilmiah dalam pengembangan praktik kefarmasian dan pelayanan kesehatan.
“Penelitian berbasis bukti ilmiah merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas praktik kefarmasian dan pelayanan kesehatan. Kami berharap semakin banyak apoteker Indonesia yang turut berkontribusi melalui penelitian, inovasi, dan kolaborasi sehingga perkembangan ilmu pengetahuan dapat diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat,” ujar Noffendri.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bcrobes menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan PharmaQ sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap Hexbio melalui platform IAI Mart.
Bcrobes juga mengukuhkan kolaborasi dengan mitra strategis apotek Alpro Indonesia yang sekaligus menegaskan ketersediaan Hexbio di jaringan ritel apotek Alpro Indonesia. Upaya ini didukung oleh PT. Yung Shin Pharmaceutical Indonesia sebagai mitra distribusi Hexbio di Indonesia.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya potensi pendekatan berbasis mikrobioma sebagai terapi pendamping jerawat. Namun, sebagaimana disampaikan peneliti, temuan ini masih membutuhkan penelitian lanjutan untuk memperkuat pemahaman mengenai mekanisme maupun manfaat klinisnya.
(Khafid Mardiyansyah)