Dokter Tirta Luruskan Mitos Hiperhidrosis: Bukan Tanda Lemah Jantung, tapi Saraf Simpatis Berlebihan

Niko Prayoga , Jurnalis
Minggu 09 Agustus 2026 09:05 WIB
Tangan berkeringat. (Foto: Freepik)
Share :

APAKAH kamu mengalami kondisi tangan, telapak kaki, atau beberapa titik tubuh lainnya mudah berkeringat bahkan dalam jumlah yang banyak dan tensi yang tinggi? Jika pernah, kamu mengalami hiperhidrosis.

Kondisi tersebut sering kali membuat penderita disorot oleh orang lain yang berinteraksi dan merasa heran dengan kondisinya. Hiperhidrosis sendiri dinilai atau dianggap oleh masyarakat secara umum sebagai gejala penyakit jantung atau lebih spesifiknya adalah lemah jantung.

Hal tersebut masih menjadi perdebatan hingga saat ini. Ada anggapan tersebut kerap kali membuat penderita merasa dijustifikasi tanpa landasan medis dan menimbulkan rasa takut.

1. Mitos Hiperhidrosis

Padahal, secara medis anggapan itu hanyalah mitos belaka yang berkeliaran di tengah masyarakat. Hal itu diungkapkan oleh dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Tirta Mandiri Hudhi dalam unggahan video di akun Instagramnya.

dr. Tirta menjelaskan bahwa kondisi hiperhidrosis terjadi akibat aktivitas saraf simpatis yang berlebihan seperti fight atau flight. Hal itu membuat beberapa bagian distal seperti telapak tangan dan kaki menghasilkan keringat berlebih.

"Itu mitos ya. Jadi hiperhidrosis itu adalah sebuah kondisi ketika aktivitas saraf simpatisnya berlebihan. Jadi salah satu aktivitas saraf simpatis itu adalah fight or flight. Dan salah satu impact-nya itu adalah di bagian distal kita, kayak telapak tangan, telapak kaki, itu akan berkeringat dingin,” kata dr. Tirta. 

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya