Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hiperhidrosis Ganggu Rasa Percaya Diri, Cara Ini Bakal Kurangi Keringat Berlebih

Agustina Wulandari , Jurnalis-Jum'at, 03 Juli 2026 |19:01 WIB
Hiperhidrosis Ganggu Rasa Percaya Diri, Cara Ini Bakal Kurangi Keringat Berlebih
Ilustrasi hiperhidrosis. (Foto: dok Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Pernah merasa keringatmu mengucur berlebihan padahal cuaca tidak sedang panas dan kamu tidak habis berolahraga? Kondisi ini dikenal dengan istilah medis hiperhidrosis.

Melansir Mayo Clinic, kamu tidak perlu khawatir berlebihan karena ada banyak cara untuk mendiagnosis dan menangani masalah ini. Yuk simak ulasannya!

Bagaimana Cara Mengenali Hiperhidrosis?

Saat kamu datang berkonsultasi, dokter biasanya akan mulai dengan menanyakan riwayat kesehatanmu dan melakukan pemeriksaan fisik. Nah, untuk memastikan seberapa parah kondisinya atau mencari tahu apakah ada penyakit lain yang jadi pemicunya, dokter mungkin akan menyarankan beberapa hal ini:

  • Tes Laboratorium: Dokter bisa meminta tes darah atau urine. Tujuannya untuk memastikan apakah keringat berlebih ini disebabkan oleh kondisi medis lain, misalnya tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme) atau gula darah rendah.
  • Tes Keringat: Ada beberapa tes khusus seperti tes yodium-pati atau tes termoregulasi. Sederhananya, tes ini dilakukan untuk melihat di area mana saja tubuhmu paling banyak berkeringat dan seberapa parah volumenya.

Pilihan Penanganan Hiperhidrosis

Kalau kamu sudah mencoba antiperspiran biasa yang dijual di pasaran tapi tidak mempan, dokter biasanya akan merekomendasikan beberapa pilihan pengobatan berikut, dari yang paling ringan sampai prosedur operasi.

1. Obat-obatan

  • Antiperspiran Resep: Dokter bisa meresepkan antiperspiran yang mengandung aluminium klorida. Biasanya ini dipakai sebelum tidur dan dibilas saat bangun pagi. Perlu diingat, produk ini kadang bisa bikin kulit atau mata iritasi, lho.
  • Krim atau Tisu Khusus: Untuk area wajah dan kepala yang sering berkeringat, dokter mungkin meresepkan krim atau tisu yang mengandung obat khusus.
  • Obat Penghambat Saraf: Ada obat minum yang bisa memblokir zat kimia pembawa pesan pada saraf tertentu. Efeknya, produksi keringat bisa jauh berkurang. Tapi, obat ini punya efek samping seperti mulut kering, pandangan kabur, hingga masalah kandung kemih.
  • Suntik Botox (Toksin Botulinum): Suntikan ini bisa memblokir saraf yang memicu kelenjar keringat. Efeknya lumayan awet, bisa bertahan selama beberapa bulan sebelum kamu butuh suntikan lanjutan.
  • Antidepresan: Kadang masalah keringat berlebih ini bikin cemas, dan kecemasan malah bikin keringat makin parah. Beberapa obat antidepresan bisa bantu mengurangi produksi keringat sekaligus mengatasi rasa cemas tersebut.

2. Terapi dan Prosedur Bedah

  • Terapi Gelombang Mikro: Terapi ini menggunakan perangkat khusus yang menghantarkan energi gelombang mikro untuk menghancurkan kelenjar keringat secara permanen. Prosedurnya memakan waktu sekitar dua kali sesi, masing-masing 20-30 menit.
  • Pengangkatan Kelenjar Keringat: Kalau keringat berlebih cuma terfokus di ketiak, kelenjar keringat di area itu bisa diangkat. Caranya bisa disedot (sedot lemak), dikuret, atau dipotong.
  • Operasi Saraf (Simpatektomi): Ini adalah opsi terakhir. Dokter bedah akan memotong atau menjepit saraf tulang belakang yang mengontrol keringat di tanganmu. Tapi hati-hati, prosedur ini bisa memicu keringat berlebih berpindah ke area tubuh yang lain.

3. Perawatan Mandiri di Rumah

Selain mengandalkan medis, kamu juga bisa melakukan beberapa kebiasaan santai ini di rumah untuk membantu mengontrol keringat:

  • Mandi Setiap Hari: Rutin mandi membantu mengurangi bakteri di kulit yang bisa memicu bau badan.
  • Pilih Baju yang "Bernapas": Pakailah pakaian dari bahan alami seperti katun atau sutra supaya kulitmu bisa bernapas lega. Kalau mau olahraga, pilih baju berteknologi menyerap keringat.
  • Ganti Kaus Kaki Rutin: Kalau kakimu gampang berkeringat, rajin-rajinlah mengganti kaus kaki minimal sekali sehari. Pilih kaus kaki yang bahannya bisa menyerap kelembaban.
  • Beri Ruang untuk Sepatumu: Usahakan tidak memakai sepatu yang sama dua hari berturut-turut supaya sepatu punya waktu untuk benar-benar kering sebelum dipakai lagi.

Kalau hiperhidrosis sudah mengganggu rasa percaya dirimu atau aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk konsultasi dengan dokter. 

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement