Karakteristik ini membuat kimpul menjadi pilihan tepat, terutama bagi penderita diabetes maupun siapa saja yang ingin menjaga kadar gula darah tetap stabil.
“Yang kedua, lonjakan gula darahnya enggak seperti makan nasi. Kalau nasi lonjakan gula darahnya begini (lumayan tinggi) kalau kita makan kimpul, lonjakan gula darahnya (lebih rendah dari nasi). Nah, itu rahasianya karbohidrat kompleksnya si kimpul,” tambah Budi.
Manfaat ketiga yang tidak kalah menarik terletak pada fleksibilitasnya sebagai bahan pangan ramah diet modern. Menkes Budi menyoroti kimpul sebagai alternatif karbohidrat bebas gluten (gluten-free) yang terjangkau bagi semua kalangan.
Tak hanya itu, kimpul juga sarat akan berbagai mikronutrien penting yang bermanfaat bagi organ vital seperti jantung dan pembuluh darah.
“Kamu tahu, kan? Orang-orang have itu biasanya kalau makan maunya gluten-free. Ini adalah bahan gluten-free yang murah. Kimpul ini kaya juga atas mikronutrien: kalsium, kalium, fosfor, bagus untuk mengendalikan tekanan darah dan memperbaiki fungsi jantung,” papar dia.
Meski kaya akan karbohidrat kompleks dan mikronutrien, Budi mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan gizi harian. Sebagai sumber karbohidrat, kimpul tetap memerlukan asupan pendamping untuk melengkapi kebutuhan asupan nutrisi tubuh, khususnya protein.
“Cuma masih ada satu yang kurang nih. Karena kimpul ini kan karbo, kita butuh yang namanya protein. Jadi jangan lupa makan kimpulnya sama telur rebus,” pungkas Menkes Budi.
(Djanti Virantika)