Benarkah Burnout Bisa Picu Nirempati?

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Kamis 06 Agustus 2026 22:10 WIB
Benarkah Burnout Bisa Picu Nirempati? (Foto: Freepik)
Share :

Karena itu, pengembangan kemampuan empati dinilai penting sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan mental tenaga kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien.

Memahami Beragam Jenis Empati

Empati sendiri tidak hanya memiliki satu bentuk. Secara umum terdapat dua jenis utama, yaitu empati kognitif dan empati afektif.

Empati kognitif merupakan kemampuan memahami sudut pandang, pikiran, dan pengalaman orang lain tanpa harus ikut merasakan emosinya. Sementara itu, empati afektif membuat seseorang turut merasakan emosi yang dialami orang lain.

Dalam praktik pelayanan kesehatan, para ahli lebih banyak mendorong penerapan empati klinis, yakni perpaduan antara pemahaman terhadap kondisi pasien dengan kemampuan menjaga batas profesional. Pendekatan ini memungkinkan tenaga kesehatan tetap menunjukkan kepedulian tanpa kehilangan objektivitas maupun mengalami kelelahan emosional berkepanjangan.

Dengan demikian, burnout memang dapat berkontribusi terhadap munculnya sikap yang terkesan nirempati. Namun, empati yang diterapkan secara seimbang dan profesional justru dapat menjadi salah satu faktor pelindung agar tenaga kesehatan terhindar dari burnout sekaligus mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pasien.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya