JAKARTA - Alopecia areata adalah kondisi autoimun yang menyebabkan rambut rontok dalam bentuk bercak-bercak bulat atau oval. Kondisi ini paling sering muncul di kulit kepala, tetapi juga bisa terjadi di alis, bulu mata, janggut, atau bagian tubuh lain yang ditumbuhi rambut.
Dilansir dari Healthline, pada penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh justru menyerang sel-sel yang sehat. Dalam kasus alopecia areata, yang diserang adalah folikel rambut, yaitu tempat rambut tumbuh. Akibatnya, rambut bisa rontok secara tiba-tiba di area tertentu.
Yang perlu dipahami, alopecia areata bukan penyakit menular dan tidak disebabkan oleh kebersihan rambut yang buruk.
Gejala paling umum adalah munculnya bercak botak yang berbentuk bulat atau oval. Ukurannya bisa kecil seperti koin, tetapi pada sebagian orang bisa menjadi lebih besar.
Kulit di area tersebut biasanya tampak normal, tidak berbekas luka, dan tidak selalu terasa gatal atau nyeri. Beberapa orang juga mengalami kerontokan pada:
Dalam kasus yang lebih berat, rambut di seluruh kulit kepala bisa rontok (alopecia totalis), bahkan seluruh rambut di tubuh bisa hilang (alopecia universalis). Namun, kondisi seperti ini lebih jarang terjadi.
Penyebab pasti alopecia areata belum diketahui sepenuhnya. Namun, para ahli percaya bahwa kondisi ini terjadi karena gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang membuat tubuh menyerang folikel rambut sendiri.
Beberapa faktor diduga dapat meningkatkan risiko, seperti:
Meski begitu, banyak penderita tidak memiliki pemicu yang jelas.
Folikel rambut pada alopecia areata umumnya masih hidup. Artinya, rambut masih memiliki kemungkinan untuk tumbuh kembali. Pada banyak kasus ringan, rambut dapat tumbuh lagi dalam waktu beberapa bulan hingga sekitar satu tahun.
Namun, alopecia areata bersifat tidak dapat diprediksi. Rambut bisa tumbuh kembali, lalu rontok lagi di kemudian hari.
Sampai saat ini belum ada obat yang benar-benar menyembuhkan alopecia areata. Namun, ada beberapa terapi yang dapat membantu mengurangi kerontokan atau merangsang pertumbuhan rambut kembali.
Pilihan pengobatan meliputi:
Respons terhadap pengobatan berbeda-beda pada setiap orang. Kadang seseorang perlu mencoba beberapa jenis terapi sebelum menemukan yang paling efektif. Bahkan setelah berhasil tumbuh kembali, rambut tetap bisa rontok lagi di kemudian hari.
Alopecia areata adalah penyakit autoimun yang menyebabkan rambut rontok dalam bentuk bercak. Kondisi ini paling sering menyerang kulit kepala, tetapi juga bisa mengenai bagian tubuh lain.
Meskipun belum ada obat yang dapat menyembuhkan sepenuhnya, berbagai pilihan terapi dapat membantu mengurangi kerontokan dan merangsang pertumbuhan rambut kembali. Yang terpenting, alopecia areata bukan penyakit menular, dan banyak penderita masih memiliki peluang untuk mengalami pertumbuhan rambut kembali.
(Agustina Wulandari )