JAKARTA - Makan leci saat cuaca panas tentu saja menyegarkan. Buahnya yang manis dan berair ini jadi favorit semua orang.
Tapi, siapa sangka buah favorit ini ternyata menyimpan risiko kesehatan yang lumayan serius. Dilansir The Standard, Pusat Keamanan Pangan Hong Kong (CFS) mengimbau agar tidak makan leci berlebihan, dan sangat dilarang memakannya saat perut masih kosong.
Sebelumnya, isu hipoglikemia atau gula darah turun drastis akibat konsumsi leci pernah terjadi di daerah-daerah penghasil utamanya seperti Tiongkok dan India. Jadi, walau buah ini enak, tetap saja harus memakannya dengan aman agar tetap sehat.
Banyak yang salah paham dan mengira karena kandungan gulanya tinggi, leci cuma bakal menaikkan gula darah. Faktanya, yang terjadi malah bisa sebaliknya. Kalau kamu mengalami hipoglikemia akibat kebanyakan makan leci, gejala ringannya bisa berupa pusing, mual, sakit perut, sampai diare.
Kalau sudah parah, efeknya bisa memicu kejang, tekanan darah anjlok tiba-tiba, koma, bahkan kematian. Penelitian medis gabungan dari AS dan India menemukan kalau leci mengandung dua bahan kimia alami, yaitu hypoglycin A dan methylenecyclopropylglycine (MCPG).
Nah, dua zat ini paling banyak berkumpul di leci yang belum matang. Kalau masuk ke tubuh, zat-zat ini bakal menghambat produksi glukosa (gula) alami, yang akhirnya bikin kadar gula darah merosot tajam.
CFS menekankan kalau anak-anak umumnya punya cadangan glikogen (simpanan gula) yang lebih sedikit dibandingkan orang dewasa. Kalau mereka melewatkan jam makan, lalu makan banyak leci yang mengandung dua zat tadi saat perutnya kosong, gula darah mereka yang memang sudah rendah bisa makin tertekan.
Hal ini bikin anak-anak sangat rentan mengalami kejang akut, koma, atau bahkan meninggal. Makanya, orang tua wajib mengawasi ketat porsi leci anak-anaknya.
Biar kamu tetap bisa menikmati buah ini dengan aman, CFS sangat menyarankan 5 panduan berikut:
(Agustina Wulandari )