Menurut dr. Jefry, respons terapi hormon umumnya lebih baik apabila diberikan sejak dini. Semakin bertambah usia seseorang, efektivitas terapi untuk meningkatkan panjang penis cenderung menurun.
"Pada anak-anak, pengalaman saya, ketika diterapi hormon respons pertambahan panjang penisnya cukup baik. Namun, semakin bertambah usia, hasil pemanjangannya biasanya tidak terlalu signifikan," tuturnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa banyak pria tidak menyadari dirinya mengalami mikropenis hingga beranjak dewasa. Karena itu, pemeriksaan ke dokter menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi tersebut sekaligus mengetahui penyebabnya.
Apabila mikropenis baru diketahui saat dewasa, dr. Jefry menyarankan agar pasien berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah kondisi tersebut berkaitan dengan gangguan hormon atau penyebab medis lainnya.
"Karena itu sangat penting memeriksakan kondisi penis. Kalau baru diketahui saat dewasa dan memang mengalami mikropenis, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter andrologi. Siapa tahu ada masalah hormon sehingga bisa dipertimbangkan terapi untuk mengoptimalkan pertumbuhan penis," pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)