JAKARTA - Ukuran penis kerap menjadi perhatian sebagian pria karena sering dikaitkan dengan rasa percaya diri maupun kehidupan seksual. Meski begitu, dokter menegaskan bahwa kondisi penis berukuran sangat kecil atau mikropenis dapat dipengaruhi faktor medis tertentu dan pada beberapa kasus masih memiliki pilihan penanganan, terutama jika ditangani sejak usia dini.
Penis atau yang kerap disebut sebagai Mr. P sering dianggap sebagai simbol kejantanan oleh sebagian pria. Tak sedikit yang mengaitkan ukuran penis dengan kemampuan memuaskan pasangan, meski anggapan tersebut tidak selalu sesuai dengan fakta medis.
Lalu, bagaimana jika ukuran penis dinilai jauh lebih kecil dari ukuran normal? Kondisi tersebut dikenal sebagai mikropenis, yakni ukuran penis yang berada di bawah batas normal akibat berbagai faktor, salah satunya gangguan hormonal.
Dokter spesialis andrologi sekaligus kreator konten kesehatan, dr. Jefry Tribowo, menjelaskan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya bahwa ukuran penis pada kondisi tertentu masih dapat ditingkatkan. Namun, hasilnya sangat bergantung pada penyebab dan usia pasien.
"Apakah bisa penis seorang pria itu dipanjangkan? Jawabannya adalah tergantung kondisi," kata dr. Jefry.
Ia menjelaskan, terapi hormon dapat menjadi salah satu pilihan bagi penderita mikropenis, terutama bila kondisi tersebut diketahui sejak usia anak-anak atau remaja.
"Pada pria-pria yang mengidap kasus mikropenis, mereka masih bisa mendapatkan terapi hormon supaya panjang penisnya menjadi normal, khususnya jika usianya masih muda," jelasnya.