BEK Timnas Spanyol, Marc Cucurella, tampil gemilang sepanjang Piala Dunia 2026. Penampilannya yang konsisten di lini belakang menjadi salah satu kunci keberhasilan La Furia Roja melaju hingga meraih gelar juara dunia. Namun, di balik kesuksesannya di lapangan, Cucurella menyimpan kisah perjuangan yang jauh lebih emosional dalam kehidupan pribadinya.
Pemain berusia 28 tahun itu bersama pasangannya, Claudia Rodriguez, pernah melewati masa-masa penuh ketidakpastian setelah putra sulung mereka, Mateo, didiagnosis mengidap autisme. Pengalaman tersebut diungkapkan keduanya dalam sebuah dokumenter Amazon Prime pada 2025.
Dilansir dari The Mirror, Cucurella dan Claudia mulai menyadari perkembangan Mateo berbeda dibandingkan anak-anak seusianya. Namun, mereka mengaku sempat kesulitan mendapatkan bantuan dan kepastian mengenai kondisi sang buah hati.
Dalam dokumenter tersebut, Claudia menceritakan bagaimana dirinya menjalani hari-hari yang berat. Apalagi, dia sedang mengandung anak kedua mereka, Rio.
"Setiap hari kami pergi bersama untuk mengantar Mateo ke sekolah. Kami pulang setiap hari sambil menangis," ungkap Claudia, dilansir dari The Mirror, Rabu (22/7/2026).
Cucurella dan Claudia mengaku situasi semakin sulit ketika rutinitas Mateo berubah. Perubahan jadwal, lingkungan, makanan, hingga tidak adanya terapi membuat putra mereka kesulitan beradaptasi.
Bagi Cucurella, menerima diagnosis autisme bukanlah hal yang mudah. Ia mengakui bahwa sebagai orang tua, dirinya belum siap menghadapi kenyataan tersebut.
"Anak Anda autis, tetapi orang tuanya belum siap dengan ini. Jadi, kami harus belajar banyak," kata Cucurella.
Sejak saat itu, pasangan tersebut berusaha memahami kebutuhan Mateo. Mereka memberikan dukungan terbaik agar sang putra dapat tumbuh serta berkembang sesuai potensinya.
Di tengah tantangan dalam kehidupan keluarga, Cucurella tetap mampu menjaga performanya di level tertinggi. Ia menjadi salah satu pemain paling konsisten di lini belakang Spanyol selama Piala Dunia 2026.
Kontribusinya membantu La Furia Roja mencatat pertahanan yang solid sepanjang turnamen. Alhasil, Spanyol akhirnya mengalahkan Argentina 1-0 pada partai final untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026.
(Djanti Virantika)