“Kalau kita punya otot yang cukup, memungkinkan kita punya toleransi terhadap karbo jadi lebih tinggi cc mobil yang cukup membuat kita punya keborosan di badan yang memungkinkan tetap menikmati karbo tanpa menyebabkan fungsi organ tubuh terganggu," ucapnya.
Mengatur pola makan sehat tidak berarti harus selalu mengkonsumsi makanan rebusan yang membosankan. Variasi penyajian seperti dikukus, dipanggang, dipepes, hingga mentah (sashimi) sangat diperbolehkan.
“Jangan takut lemak (do not fear fats), selama lemaknya adalah good fats seperti butter, kuning telur, dan alpukat. Syaratnya cuma satu, kalau lemak tinggi, karbo harus rendah, karena lemak dan karbo dua-duanya adalah kontribusi energi di badan," ucap Ade Rai.
Latihan beban tidak sekadar mengejar target angka atau program terukur, melainkan bagaimana memahami manfaat besar di balik setiap gerak tubuh. "Make sure kita tidak kelaparan akan arti dan makna setiap latihan beban. Latihan beban itu bermanfaat buat tulang, otak, dan toleransi glukosa. Makanya setiap latihan beban, rasakan otot yang ditargetkan (mind-muscle connection)," katanya.
Ade Rai menyarankan variasi sumber protein dan karbohidrat, terutama memprioritaskan makanan alami (whole foods) daripada makanan olahan (processed foods). Makanan olahan yang halus memicu lonjakan gula darah (roller coaster energy) yang berisiko merusak fungsi insulin dan pankreas.
"Kalau obat hanya sekedar emergency, ada nuansa urgency di sana. Tapi selalu ada pesan dokter, kita tetap harus merubah root cause of the problem, yaitu ulah dan perilaku kita sendiri," tutur Ade.
Suplemen berfungsi sebagai pemenuh kebutuhan nutrisi tambahan, bukan ketergantungan utama. Beberapa suplemen harian yang kerap dikonsumsi Ade Rai, antara lain kombinasi Vitamin D3 + K2, Vitamin C, Magnesium (Glycinate), Kreatin, serta Fish Oil (asam lemak esensial).