BUANG air kecil dan membersihkan diri di toilet merupakan rutinitas harian yang terkesan sederhana. Namun, tanpa disadari, banyak kebiasaan keliru yang kerap dilakukan kaum wanita, khususnya para ibu.
Padahal, kekeliruan ini bisa mendatangkan risiko yang besar. Dampaknya bisa terlihat ke kesehatan organ intim hingga gangguan pernapasan dan panggul jangka panjang.

Dokter Spesialis Urologi, dr. Andika Afriansyah dalam unggahan video di akun Instagramnya membeberkan setidaknya 4 kekeliruan umum saat berada di toilet yang sering kali dianggap lumrah oleh masyarakat. Ia mengingatkan dampak serius dari kebiasaan-kebiasaan tersebut.
“Menurut penelitian ada empat, dan yang nomor empat ini sering bikin ibu-ibu meriang dan anyang-anyangan, hati-hati,” kata dr. Andika.
Kesalahan pertama saat berada di toilet adalah mengejan saat buang air kecil. Banyak orang sengaja mengejan agar proses buang air kecil terasa lebih cepat dan tuntas. Padahal secara fisiologis, mekanisme berkemih membutuhkan kondisi tubuh yang rileks.
“Satu, ngeden saat kencing. Katanya biar cepat tuntas, kencing cepat selesai. Padahal pipis itu kerjanya rileks, bukan didorong,” ungkap dr. Andika.
dr. Andika menjelaskan bahwa dorongan kuat saat berkemih justru memicu ketegangan pada otot dasar panggul. Akibatnya, aliran urin menjadi tersumbat dan berisiko memicu masalah prolaps organ panggul di kemudian hari.
“Saat seseorang ngeden saat kencing, yang terjadi adalah otot dasar panggulnya makin tegang. Saat otot dasar panggul makin tegang, kencing keluar makin susah. Dan buat perempuan-perempuan yang sering ngeden saat kencing, ada resiko peranakan turun di saat tua nanti,” jelas dr. Andika.
Kedua adalah membersihkan area intim dengan sabun. Niat hati ingin menjaga kesegaran dan kebersihan, mengoleskan sabun pada area intim justru merusak ekosistem alami flora normal yang bertugas melindungi organ kewanitaan.
“Dua, cebok pakai sabun. Niatnya biar wangi, biar bersih. Padahal, area intim punya penjaganya sendiri, yaitu bakteri baik. Sabun bikin penjaganya mati. Yang mau gantiin, ya pasti bakteri jahat,” tutur dr. Andika.
dr. Andika menegaskan bahwa penggunaan air bersih yang mengalir sudah sangat cukup untuk membilas area intim. Jadi, tidak perlu tambahan pembersih berbahan kimia.
“Cukup air bersih dan mengalir saat cebok. Kamu habis pipis cebok pakai sabun kah? Ayo coba ngaku dan komen di bawah,” tambah dia.