Karena itu, berbagai organisasi kesehatan internasional menganjurkan agar pemantauan berat badan, kadar gula darah, tekanan darah, dan profil lipid menjadi bagian dari evaluasi rutin pasien skizofrenia.
Penelitian yang dipublikasikan di JAMA Psychiatry melibatkan 154 pasien berusia 18–60 tahun yang didiagnosis skizofrenia atau gangguan terkait. Seluruh peserta menjalani terapi antipsikotik generasi kedua serta memiliki prediabetes dan obesitas atau kelebihan berat badan.
Peserta dibagi secara acak ke dalam kelompok yang menerima semaglutide dosis 1 miligram dan kelompok plasebo selama 30 minggu. Selama penelitian berlangsung, terapi antipsikotik yang dijalani peserta tetap dipertahankan sehingga peneliti dapat menilai dampak intervensi terhadap kondisi metabolik tanpa mengubah penanganan utama gangguan kejiwaan.
Pada akhir penelitian, kelompok yang menerima semaglutide mengalami penurunan berat badan rata-rata sebesar 9,21 kilogram. Selain itu, kadar HbA1c turun sebesar 0,46 persen yang menunjukkan perbaikan dalam pengendalian gula darah.
Penelitian juga melaporkan bahwa 81 persen peserta pada kelompok semaglutide berhasil mencapai kadar HbA1c normal di bawah 5,7 persen, dibandingkan hanya 19 persen pada kelompok plasebo.
Selain penurunan berat badan dan perbaikan kadar gula darah, peneliti juga menemukan peningkatan profil lipid, seperti naiknya kadar kolesterol HDL dan turunnya kadar trigliserida. Kualitas hidup fisik para peserta pun dilaporkan mengalami peningkatan.