TREN metode pemberian makanan pendamping (MPASI) pada anak kian beragam. Salah satu yang populer di kalangan orangtua adalah metode Baby Led Weaning (BLW) atau bayi dibiarkan makan sendiri tanpa disuapi.
Lantas, apa itu BLW? Apakah metode ini wajib diterapkan langsung oleh orangtua kepada bayi yang sedang menerapkan MPASI?
Belakangan sering terjadi kesalahpahaman di masyarakat. Banyak orangtua mengira anak mereka sedang menerapkan BLW hanya karena tiba-tiba menolak disuapi di tengah masa MPASI.
Dokter Spesialis Anak, dr. Lucky Yoga Satria, dalam unggahan video di akun Instagramnya mengatakan, fenomena anak yang mendadak menolak disuapi saat fase MPASI berjalan bukanlah metode BLW. Ini melainkan bagian dari penerapan aturan pemberian makan atau feeding rules.
“Oke dari kemarin sebetulnya banyak yang salah ngira masalah tentang BLW. Ada yang bilang bahwa, 'Kok anak saya udah enggak mau disuapin, Dok, maunya BLW?'”
“Itu salah. Konsepnya gini, BLW itu adalah Baby Lead Weaning, artinya anaknya yang mengarahkan bagaimana cara makan. Nah, itu konsepnya berarti anaknya tidak diberikan suapan dari awal. Jadi dari awal mulai makan, itu anaknya sudah makan sendiri, megang langsung finger food,” kata dr. Lucky.
dr. Lucky menuturkan metode BLW sebenarnya tidak direkomendasikan secara medis. Ada beberapa alasan kuat mengapa para ahli kesehatan anak cenderung menghindari metode ini, mulai dari risiko tersedak hingga ancaman malnutrisi.
Menurutnya, tidak semua jenis makanan, terutama sumber protein esensial yang teksturnya lebih padat, bisa disajikan dalam bentuk makanan yang mudah digenggam langsung oleh bayi (finger food).
“BLW ini sebenarnya tidak direkomendasikan, karena tidak semuanya protein itu bisa di-BLW-kan. Jadi lebih sering anaknya kekurangan zat besi, lebih sering anaknya tersedak dan lebih sering nggak tercukupi kebutuhan nutrisinya," tutur dia.