JAKARTA - Banyak orang tua masih salah mengira soal pemberian lemak pada anak melalui makanan pendamping ASI (MPASI). Akibatnya, tak sedikit anak mengalami masalah gizi karena asupan lemak yang justru dibatasi secara berlebihan.
Dokter Spesialis Anak Ian Suryadi Suteja pun menceritakan pengalamannya menangani seorang balita perempuan berusia 20 bulan dengan berat badan hanya sekitar 8,5 kilogram. Padahal, menurutnya, berat badan ideal anak perempuan seusia tersebut seharusnya mendekati 11 kilogram. Anak tersebut pun terlihat sangat kurus karena gizinya kurang.
“Anaknya gizi kurang, kelihatannya kurus banget,” ujar dr. Ian, Rabu (3/6/2026). Yang membuat dr. Ian terkejut, kedua orang tua anak tersebut memiliki latar belakang pendidikan yang baik. Namun, mereka terlalu banyak menyerap informasi dari media sosial sehingga menerapkan pola makan yang sangat ketat.
Menurut dr. Ian, orang tua tersebut menghindari gula, garam, hingga lemak dalam MPASI anak karena menganggap lemak sebagai sesuatu yang berbahaya. Padahal menurutnya, anggapan bahwa lemak selalu buruk tidak berlaku untuk anak-anak, terutama pada masa tumbuh kembang.
Lemak adalah makronutrisi penting yang wajib ada dalam menu harian anak, selain karbohidrat dan protein. Namun banyak orang tua yang justru masih salah kaprah karena beredarnya informasi di media sosial.
Dokter Ian menjelaskan, lemak justru dibutuhkan anak untuk tumbuh optimal. Terutama di 24 bulan pertama kehidupan. "Maka dari itu kita perlu meluruskan pemahaman soal lemak,” tuturnya.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.