TREN skincare terus berkembang. Selain mencari produk dengan kandungan aktif seperti niacinamide, retinol, atau vitamin C, kini semakin banyak orang yang memilih produk dengan label paraben-free, fragrance-free, dan alcohol-free.
Ketiga klaim tersebut kerap ditemukan pada produk yang ditujukan untuk kulit sensitif. Namun, apakah skincare tanpa paraben, fragrance, dan alkohol selalu lebih baik?
Dilansir dari Cleveland Clinic, paraben merupakan kelompok bahan pengawet yang digunakan untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur pada produk kosmetik maupun skincare. Bahan ini membantu menjaga kualitas produk agar tetap aman digunakan selama masa simpan.
Meski masih diperbolehkan dalam batas konsentrasi tertentu oleh badan pengawas, sebagian orang memilih skincare tanpa paraben karena khawatir mengalami reaksi iritasi atau alergi. Namun, hingga saat ini, lembaga kesehatan dan regulator di berbagai negara masih mengizinkan penggunaan beberapa jenis paraben dalam kadar yang telah ditetapkan sebagai aman.
Fragrance atau pewangi ditambahkan ke dalam produk untuk memberikan aroma yang lebih menyenangkan. Sayangnya, kandungan ini juga menjadi salah satu penyebab paling umum terjadinya iritasi dan dermatitis kontak pada kulit sensitif.
Dermatolog dari Cleveland Clinic, Dr. Shilpi Khetarpal, menjelaskan bahwa fragrance dapat mengganggu skin barrier, membuat kulit kehilangan kelembapan, dan memicu alergi pada sebagian orang. Karena itu, pemilik kulit sensitif, eksim, maupun psoriasis lebih disarankan menggunakan produk fragrance-free.
Perlu diketahui, fragrance-free berbeda dengan unscented. Produk fragrance-free tidak mengandung pewangi tambahan, sedangkan produk unscented masih bisa mengandung bahan untuk menutupi aroma asli formulanya.
Tidak semua alkohol dalam skincare bersifat buruk. Ada jenis fatty alcohol, seperti cetyl alcohol, stearyl alcohol, dan cetearyl alcohol, yang justru berfungsi menjaga kelembapan dan membuat tekstur produk lebih lembut.
Sebaliknya, alkohol sederhana seperti ethanol, alcohol denat., atau isopropyl alcohol dapat membuat produk cepat mengering di kulit. Pada sebagian orang, terutama pemilik kulit kering dan sensitif, jenis alkohol ini dapat menyebabkan kulit terasa lebih kering atau teriritasi bila digunakan terlalu sering.
Skincare tanpa paraben, fragrance, dan alkohol umumnya cocok untuk pemilik kulit sensitif, kulit yang mudah mengalami kemerahan atau iritasi, hingga penderita eksim, dermatitis, atau rosacea. Selain itu, pengguna bahan aktif seperti retinol, AHA, BHA, atau benzoyl peroxide juga baik menggunakan jenis skincare ini. Terakhir, skincare ini diperlukan untuk kamu yang sedang memperbaiki skin barrier.
Meski demikian, bukan berarti semua orang harus menghindari ketiga bahan tersebut. Jika kulit tidak sensitif dan tidak mengalami reaksi tertentu, produk yang mengandung paraben, fragrance, atau alkohol belum tentu menimbulkan masalah. Yang terpenting adalah memilih produk yang sesuai dengan jenis dan kondisi kulit.
(Djanti Virantika)