Menurut dr. Rosandi, sebagian orang memiliki kebiasaan mengonsumsi obat nyeri setiap kali merasakan keluhan ringan seperti pegal atau nyeri tubuh. Kebiasaan tersebut sering kali dianggap sepele karena obat mudah didapat tanpa resep dokter. Padahal, penggunaan terus-menerus dapat memberikan efek buruk bagi tubuh.
“Dikit-dikit pegal minum, dikit-dikit pegal minum. Itu juga harus hati-hati karena bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan ginjal,” jelasnya.
dr. Rosandi menjelaskan bahwa beberapa obat pereda nyeri termasuk dalam kelompok NSAID (Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs). Obat golongan ini memang memiliki manfaat untuk mengurangi rasa nyeri dan peradangan.
Namun, jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam jangka panjang tanpa pengawasan medis, obat tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal pada sebagian orang. Risiko tersebut dapat lebih besar pada orang yang sudah memiliki faktor risiko tertentu, seperti usia lanjut, riwayat penyakit ginjal, hipertensi, diabetes, atau kondisi kesehatan tertentu lainnya.
Meski obat nyeri dapat membantu mengatasi keluhan, penggunaannya tetap perlu dilakukan secara bijak. Jika nyeri sering muncul atau membutuhkan obat berulang kali, sebaiknya mencari tahu penyebabnya dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, bukan hanya mengandalkan obat pereda nyeri.
“Kadang obat-obat tertentu, golongan NSID yang diminum setiap hari, dalam jangka panjang, ya tentu itu berisiko terjadi gangguan fungsi ginjal,” tutupnya.
(Djanti Virantika)