Obat Nyeri Aman Diminum Setiap Hari Selama Dijual Bebas? Ini Jawaban Dokter

Djanti Virantika, Jurnalis
Kamis 16 Juli 2026 13:05 WIB
Minum obat. (Foto: Freepik)
Share :

BANYAK orang menganggap obat pereda nyeri yang dijual bebas aman dikonsumsi setiap hari. Pasalnya, obat tersebut mudah ditemukan di apotek maupun toko obat.

Namun, apakah anggapan tersebut benar? Ataukah hal tersebut hanya mitos semata yang menyebar di masyarakat?

1. Obat Nyeri Aman Diminum Setiap Hari Selama Dijual Bebas?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Rosandi Himawan, Sp.PD, dalam acara Morning Zone yang tayang di Youtube Okezone menyebut kebiasaan mengonsumsi obat nyeri secara rutin dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Salah satunya kerusakan fungsi ginjal.

Menurut dr. Rosandi, anggapan bahwa obat nyeri aman diminum setiap hari hanya karena statusnya sebagai obat bebas merupakan mitos. Ia mengungkapkan, dirinya cukup sering menemukan pasien yang mengalami gangguan fungsi ginjal setelah memiliki kebiasaan mengonsumsi obat pereda nyeri dalam jangka panjang.

“Sering kali pasien datang ke klinik atau rumah sakit, kemudian saat diperiksa ditemukan gangguan fungsi ginjal. Setelah ditelusuri, ternyata sering minum obat-obatan nyeri atau obat warung dalam jangka panjang, bahkan sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Rosandi.

 

2. Kebiasaan Minum Obat Saat Pegal Perlu Diwaspadai

Menurut dr. Rosandi, sebagian orang memiliki kebiasaan mengonsumsi obat nyeri setiap kali merasakan keluhan ringan seperti pegal atau nyeri tubuh. Kebiasaan tersebut sering kali dianggap sepele karena obat mudah didapat tanpa resep dokter. Padahal, penggunaan terus-menerus dapat memberikan efek buruk bagi tubuh.

“Dikit-dikit pegal minum, dikit-dikit pegal minum. Itu juga harus hati-hati karena bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan ginjal,” jelasnya.

dr. Rosandi menjelaskan bahwa beberapa obat pereda nyeri termasuk dalam kelompok NSAID (Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs). Obat golongan ini memang memiliki manfaat untuk mengurangi rasa nyeri dan peradangan.

Namun, jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam jangka panjang tanpa pengawasan medis, obat tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal pada sebagian orang. Risiko tersebut dapat lebih besar pada orang yang sudah memiliki faktor risiko tertentu, seperti usia lanjut, riwayat penyakit ginjal, hipertensi, diabetes, atau kondisi kesehatan tertentu lainnya.

Meski obat nyeri dapat membantu mengatasi keluhan, penggunaannya tetap perlu dilakukan secara bijak. Jika nyeri sering muncul atau membutuhkan obat berulang kali, sebaiknya mencari tahu penyebabnya dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, bukan hanya mengandalkan obat pereda nyeri.

“Kadang obat-obat tertentu, golongan NSID yang diminum setiap hari, dalam jangka panjang, ya tentu itu berisiko terjadi gangguan fungsi ginjal,” tutupnya.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya