Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Moms, Waspada DBD Mengintai si Kecil! Lakukan Ini saat Gejalanya Mulai Terdeteksi

Agustina Wulandari , Jurnalis-Rabu, 15 Juli 2026 |17:00 WIB
Moms, Waspada DBD Mengintai si Kecil! Lakukan Ini saat Gejalanya Mulai Terdeteksi
Ilustrasi nyamuk demam berdarah/Aedes Aegypti. (Foto: dok Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Demam berdarah makin sering terjadi di wilayah Asia-Pasifik, dan dampaknya bisa serius buat anak-anak. Apalagi saat ini anak kembali masuk sekolah, di mana kemungkinan terjangkit virus demam berdarah lebih besar.

Tapi tenang, Moms bisa menurunkan risikonya dengan langkah-langkah sederhana. Dengan mencegah gigitan nyamuk, tahu cara mengenali gejala demam berdarah, dan tahu kapan harus ke dokter, Moms bisa menjaga keluarga agar lebih aman. 

Dikutip dari UNICEF, nyamuk Aedes Aegypti biasanya menggigit di siang hari, terutama 2 jam setelah matahari terbit dan sore hari sebelum matahari terbenam. Di waktu-waktu inilah risiko penularan demam berdarah paling tinggi.

Anak juga lebih rentan digigit kalau di sekitar rumah, sekolah, tempat kerja, atau jalan yang sering kamu lewati ada benda-benda yang bisa menampung air. Sebab, nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak di genangan air dan bisa bertelur meskipun airnya cuma sedikit, misalnya di ember, ban mobil bekas, genangan air, atau bahkan sekadar tutup botol.

Gejala Awal DBD, Apa yang Harus Dilakukan?

Kebanyakan orang yang kena demam berdarah dengan gejala ringan atau tidak ada sama sekali, dan bisa sembuh dalam 1–2 minggu. Kira-kira 1 dari 4 orang yang terinfeksi akan menunjukkan gejala.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement