JAKARTA - Demam berdarah makin sering terjadi di wilayah Asia-Pasifik, dan dampaknya bisa serius buat anak-anak. Apalagi saat ini anak kembali masuk sekolah, di mana kemungkinan terjangkit virus demam berdarah lebih besar.
Tapi tenang, Moms bisa menurunkan risikonya dengan langkah-langkah sederhana. Dengan mencegah gigitan nyamuk, tahu cara mengenali gejala demam berdarah, dan tahu kapan harus ke dokter, Moms bisa menjaga keluarga agar lebih aman.
Dikutip dari UNICEF, nyamuk Aedes Aegypti biasanya menggigit di siang hari, terutama 2 jam setelah matahari terbit dan sore hari sebelum matahari terbenam. Di waktu-waktu inilah risiko penularan demam berdarah paling tinggi.
Anak juga lebih rentan digigit kalau di sekitar rumah, sekolah, tempat kerja, atau jalan yang sering kamu lewati ada benda-benda yang bisa menampung air. Sebab, nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak di genangan air dan bisa bertelur meskipun airnya cuma sedikit, misalnya di ember, ban mobil bekas, genangan air, atau bahkan sekadar tutup botol.
Kebanyakan orang yang kena demam berdarah dengan gejala ringan atau tidak ada sama sekali, dan bisa sembuh dalam 1–2 minggu. Kira-kira 1 dari 4 orang yang terinfeksi akan menunjukkan gejala.