KONSUMSI air putih dalam jumlah cukup merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan ginjal. Namun, masih banyak anggapan bahwa minum air putih lebih banyak setelah mengonsumsi makanan atau minuman manis dapat membantu "membuang" kelebihan gula dari tubuh melalui urin.
Benarkah demikian? Ataukah anggapan tersebut hanya mitos semata yang tidak mengubah kondisi tubuh usai konsumsi gula berlebih?
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Rosandi Himawan, Sp.PD, dalam acara Morning Zone di Youtube Okezone menjelaskan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Menurutnya, air putih memang berperan penting dalam menjaga fungsi tubuh.
Namun, air putih tidak dapat secara langsung menghilangkan dampak dari konsumsi gula yang berlebihan. Hal ini berkaitan dengan respons tubuh.
"Ya, sebenarnya tidak langsung menghapus 80 gram itu ya. Karena kan kalau kita minum manis itu kan respons tubuh di saat kita minum manis itu kan terjadi peningkatan respons gula darah,” ujar dr. Rosandi.
“Nah ketika respons gula darah saat itu meningkat, ya itu juga bisa menyebabkan peradangan pada sel-sel tubuh kita," lanjutnya.
Oleh karena itu, dampak konsumsi gula berlebih tidak bisa diatasi hanya dengan memperbanyak minum air putih setelahnya. Menurut dr. Rosandi, langkah yang paling tepat adalah membatasi konsumsi gula sejak awal, bukan mengandalkan air putih sebagai cara untuk menetralisasi dampaknya.
"Jadi memang idealnya tetap membatasi, bukan terus boleh minum banyak terus minum air putihnya juga banyak, ya itu enggak sih," tutur dr. Rosandi.
dr. Rosandi menambahkan bahwa asupan gula harian sebaiknya tidak melebihi 50 gram per hari. Dengan menjaga konsumsi gula tetap dalam batas yang dianjurkan, risiko gangguan kesehatan, termasuk penurunan fungsi ginjal, dapat diminimalkan.
Meski demikian, kebutuhan cairan harian tetap harus dipenuhi. Dr. Rosandi menyarankan setiap orang mengonsumsi air minum sekitar 30–50 cc (ml) per kilogram berat badan per hari, disesuaikan dengan kondisi tubuh dan tingkat aktivitas.
"Tetap memang kita harus membatasi tidak lebih dari 50 gram, paling tidak gitu dalam 1 harinya. Tapi kebutuhan air minum itu menjadi utamanya diusahakan 30 sampai 50 cc per kilogram berat badan dalam 1 harinya. Itu paling enggak untuk kebutuhan air minum kita harian," tutur dr. Rosandi.
(Djanti Virantika)