JAKARTA - Sebuah penelitian menunjukkan bahwa sumber stres terbesar bagi sebagian ibu ternyata bukan berasal dari anak-anak, melainkan pasangan mereka. Temuan ini dikaitkan dengan pembagian tanggung jawab rumah tangga yang dinilai belum seimbang, sehingga beban fisik maupun mental lebih banyak dipikul oleh perempuan.
Survei yang dilakukan Today bersama NBC News pada 2013 melibatkan lebih dari 7.000 ibu di Amerika Serikat. Hasilnya, para responden memberikan skor rata-rata tingkat stres sebesar 8,5 dari 10. Menariknya, sekitar 46 persen responden mengaku suami justru menjadi penyebab stres yang lebih besar dibandingkan anak-anak mereka.
Penelitian tersebut menemukan beberapa faktor yang memicu tingginya tingkat stres pada para ibu.
Salah satunya adalah pembagian pekerjaan rumah dan pengasuhan anak yang dianggap tidak seimbang. Sekitar 75 persen responden mengatakan sebagian besar tanggung jawab domestik masih berada di pundak mereka.
Selain itu, tidak sedikit ibu yang merasa pasangan lebih menyerupai "anak tambahan" daripada rekan yang setara dalam mengurus rumah tangga. Persepsi tersebut muncul karena minimnya keterlibatan pasangan dalam menyelesaikan pekerjaan sehari-hari.
Survei juga menunjukkan bahwa satu dari lima ibu merasa kurang mendapatkan bantuan dari pasangan, sehingga kesulitan membagi waktu antara pekerjaan rumah, mengasuh anak, dan kebutuhan pribadi.