JAKARTA - Menangis adalah hal yang sangat wajar. Selain membantu meluapkan emosi, menangis juga merupakan proses biologis yang penting untuk kesehatan mata kita. Namun, kamu mungkin pernah bertanya-tanya, apakah air mata juga berdampak baik untuk kulit?
Ternyata, merujuk dari Healthline, kebiasaan yang kamu lakukan saat dan setelah menangis sangat menentukan bagaimana reaksi kulitmu. Mari bahas efek air mata pada kulit dan cara merawatnya agar wajah tak iritasi setelah bersedih.
Bagi sebagian orang, wajah bisa terasa sedikit perih atau iritasi setelah menangis. Hal ini sangat bisa dijelaskan secara sains.
Menurut ahli kulit, cairan air mata sebenarnya mirip dengan cairan garam normal. Masalahnya ada pada perbedaan tingkat keasaman atau pH. Air mata memiliki kadar pH sekitar 7 (netral), sedangkan kulit wajah sedikit lebih asam, yaitu di angka 5,5 hingga 6.
Paparan air mata dalam waktu singkat sebenarnya tak berbahaya. Namun, jika kamu menangis dalam waktu yang lama, perbedaan pH ini bisa mengubah kelembapan kulit dan memicu iritasi ringan.
Selain itu, menangis juga mempengaruhi aliran darah. Saat kamu menangis, pembuluh darah di sekitar mata, hidung, dan wajah akan melebar. Inilah yang membuat wajahmu terlihat bengkak, sembap, dan kemerahan.
Satu kesalahan yang paling sering kita lakukan saat menangis adalah mengucek mata atau mengusap wajah dengan tisu secara kasar.
Mengusap wajah terlalu keras bisa menyebabkan peradangan, menggelapkan warna kulit di sekitar mata, dan bahkan memperparah jerawat. Daripada mengusapnya, cobalah menepuk-nepuk pelan (blotting). Cukup tepuk lembut area yang basah menggunakan tisu untuk mengurangi gesekan pada kulit.
Jika kamu baru saja melewati sesi menangis yang panjang, jangan biarkan kulitmu menderita. Lakukan tiga langkah mudah ini untuk menenangkannya kembali:
Untuk membantu mengecilkan pembuluh darah yang melebar dan meredakan sembab, basuhlah wajahmu dengan air dingin atau tempelkan kompres dingin di atas kelopak mata.
Menangis membuatmu kehilangan banyak elektrolit, sehingga kulit bisa menjadi kering. Gunakan pelembab yang mengandung squalene, ceramide, atau hyaluronic acid (asam hialuronat) untuk mengembalikan hidrasi kulit dan mengurangi iritasi.
Air mata terbuat dari air, lendir, minyak, dan penuh dengan elektrolit (itu sebabnya rasanya asin!). Menangis terlalu lama bisa memicu dehidrasi ringan. Jadi, pastikan kamu meminum segelas air putih untuk mengganti cairan yang hilang.
Kulit di sekitar area mata sangat tipis, sehingga rentan terlihat gelap dan bengkak. Berikut beberapa trik yang disarankan dokter untuk merawatnya dengan bahan-bahan di kulkasmu:
Menangis adalah bagian dari kehidupan yang wajar dan memiliki banyak manfaat kesehatan, seperti meredakan stres dan melepaskan hormon bahagia (endorfin). Kamu sama sekali tidak perlu menahan air mata. Cukup pastikan kamu tidak mengucek mata, mencuci wajah dengan air dingin, dan memakai pelembab setelahnya!
(Agustina Wulandari )