Ditambah lagi, melatonin dalam tubuh mulai turun dan hormon kortisol mulai naik. Selain itu, otak juga akan mulai berpikir dan bertanya-tanya apa tujuan dari tubuh kamu bangun di tengah proses dan jam tidur yang belum tercukupi.
“Melatonin mulai turun, kortisol mulai naik menjelang pagi, dan tidur menjadi lebih ringan. Tapi, yang sering bikin makin sulit tidur lagi adalah setelah bangun otak mulai berpikir, ‘Kenapa saya bangun lagi ya? Besok gimana? Kalau tidur sekarang masih dapat berapa jam ya?’,” tutur Vishal.
Kondisi tersebut membuat sistem kewaspadaan tubuh menyala dan semakin membuat tubuh sulit untuk tertidur kembali. Hal tersebut membuat tubuh kamu membaca sinyal bahwa tubuh harus waspada dan semakin aktif hingga bagaimanapun kamu berupaya tidur, sinyal tubuh tetap aktif.
“Akhirnya bukan cuma tubuh yang bangun, sistem kewaspadaan juga ikut menyala,” tutur Vishal.
(Agustina Wulandari )